Updatenews.co.id – Wisata Batu Ranjang, di Kampung/Desa Batu Ranjang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Wisata tersebut dinamai Batu Ranjang, karena menyerupai tempat tidur yang lengkap dengan bantal terbuat dari baru.
Lokasi tersebut sangat cocok bagi kita untuk mengisi liburan panjang. Apalagi lokasinya yang tidak jauh dari Jalan Raya Cipeucang memiliki udara sejuk, karena dipenuhi pepohonan besar. Tak heran jika kita berada di sekitar wisata tersebut akan memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari-hari.
Wisata Batu Ranjang di Cipeucang Pandeglang, Banten tersebut memiliki pesona keindahan yang sangat menarik dan unik untuk dikunjungi. Bahkan, bagi sebagian wisatawan akan merasa ada sesuatu yang hilang, jika ke Pandeglang tidak menyempatkan waktu untuk singgah di wisata tersebut.
Seorang tokoh pemuda Cipeucang, Yanto menuturkan, wisata tersebut mengandung nilai budaya dan sejarah. Sebab, wisata tersebut, seperti patilasan zaman kerajaan. Selain lokasinya yang teduh, setiap pengunjung bisa menyaksikan langsung keindahan batu menyerupai ranjang yang keberadaannya masih asli.
Tak heran jika wisata batu tersebut terasa dingin, karena memang batu tersebut asli, tanpa ada renovasi. “Saya pastikan, para wisatawan akan merasa ketagihan jika datang ke lokasi tersebut. Sebab, Batu Ranjang tersebut satu-satunya wisata alam yang ada di Banten,” katanya.
Ia menjelaskan, wisata Batu Ranjang tersebut merupakan sebuah dolmen, yakni meja batu yang dipotong batu-batu kecil sebagai kakinya, jenisnya ada yang sederhana dan ada juga yang berukir. Dolmen Batu Ranjang tergolong telah maju, karena meja batunya telah dikerjakan secara halus. Dalam tradisi megalitik, dolmen memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai tempat penguburan dan tempat pemujaan.
Dolmen tersebut berukuran sekitar 110 cm x 250 cm, disangga empat buah batu setinggi 35 cm dengan pahatan pelipit melingkar. Di bawahnya terdapat fondasi yang terbuat dari batu kali untuk menahan, agar batu penyangga tidak terbenam ke dalam tanah.
Kepala Dinas Pariwisata, Salman Sunardimengatakan, situs Batu Ranjang tersebut akan menjadi andalan wisata alam di Pandeglang. Pihaknya berharap, pemerintah bisa mengelola potensi wisata alam seperti ini.
“Paling tidak pemerintah bisa memperbaiki infrastruktur menuju wisata dan menata wisata itu menjadi lebih menarik dan memesona. Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah harus memasang penerangan jalan umum sebagai sarana publik yang hendak singgah ke lokasi tersebut.
Wisata ini akan maju, karena pemerintah daerah fokus untuk menata dan melestarikan wisata tersebut. Kami sudah pasang pagar pembatas untuk melindungi wisata dari tangan-tangan jahil,” ucapnya.
(fidz.red)
Sumber : KabarBanten.com