SERANG – Sebagai upaya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Pencegahan Penyebaran dan Pengendalian Covid-19, BPJS Kesehatan Cabang Serang gelar diskusi bersama media pers di salah satu resto di Kota Serang dengan ruang semi terbuka Jum’at, (05/06/20).
BPJS Kesehatan berupaya menerapkan protokol pencegahan penyebaran dan pengendalian covid-19, ketika menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan audiens/khalayak secara terbatas.
Dalam kegiatan Ngobrol Program Terkini (Ngopi) Bersama BPJS Kesehatan yang rutin diadakan setiap tahun tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Dasn‘al mengatakan sangat antusias dengan pertemuan ini, karena ini pertama kali pertemuan bersama awak media dengan prosedur protokol Covid19. lni bisa jadi contoh instansi lain bila mengadakan pertemuan.
“Sebelumnya ruangan aula dilakukan sterilisasi dengan cairan desinfektan oleh pihak resto dan panitia sebelum acara benangsung sekaligus memberi jarak setiap bangku. Memasuki ruangan dilakukan pengukuran suhu tubuh terhadap seluruh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan wajib menggunakan masker,” jelas Dasn’al.
Sementara dalam menghadapi pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam pengembangan Iayanan seperti Mobile JKN dengan antrian onlinennya dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 sebagai upaya pelayanan kepada peserta JKN-KIS dan masyarakat tetap berjalan prima.
Tidak sampai disitu, BPJS Kesehatan juga mensosialisasikan Iayanan Vika (Voice Interactive JKN) dan Chika sebagai kemudahan Iayanan di era digital saat masa pandemi saat ini.
“Jadi Chika dan Vika ini dapat memberikan informasi seperti cek status kepesertaan, cek tagihan BPJS Kesehatan, lokasi fasilitas kesehatan, lokasi kantor cabang BPJS Kesehatan, informasi seputar JKN KIS, informasi perubahan data peserta dan pendaftaran peserta serta Iayanan informasi yang terhubung Iangsung dengan Agen BPJS Kesehatan 1500400, jadi tak perlu Iagi ke kantor BPJS terdekat,” jelas Dasrial.
Terbaru, BPJS Kesehatan menyediakan dashboard JKN dan juga memberikan data komorbiditas yang rentan terhadap covid 19, kepada pemerintah daerah. Hal ini dalam rangka Mendukung program pemerintah daerah (Pemda) agar terciptanya kebijakan berbasis data (Evidence-Based Policy) sesuai dengan karakteristik wilayah ken‘a dan dapat melakukan promotifpreventif yang Iebih ketat bagi populasi dengan faktor risiko, sebagai sumber data al/o anamnesis bagi pelayanan RITL apabila individu terinfeksi Covid-19 dan dapat memprediksi jumlah individu yang membutuhkan perawatan ICU guna persiapan sarana dan prasarananya.
Pada akhir acara, Dasrial menerangkan pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dasrial mengatakan bahwa diterbitkannya kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah menjalankan putusan Mahkamah Agung.
Ia menerangkan, besaran iuran JKN-KIS peserta PBPU dan BP/Mandiri untuk bulan Januari, Februari, dan Marat 2020, mengikuti Perpres Nomor 75 Tahun 2019, yaitu Rp 160.000 untuk kelas l, Rp 110.000 untuk kelas ll, Rp 42.000 untuk kelas III. Sementara untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020, besaran iurannya mengikuti Perpres Nomor 82 Tahun 2018, yaitu Rp 80.000 untuk kelas I, Rp 51.000 untuk kelas ll, dan Rp 25.500 untuk kelas Ill.
“Per 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp150.000 untuk kelas l, Rp100.000 untuk kelas II, dan Rp42.000 untuk kelas III,” Tambahnya.
Sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat, Ianjut Dasrial, pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas Ill. Tahun 2020, iuran peserta PBPU dan BP kelas Ill tetap dibayarkan sejumlah Rp 25.500. Sisanya sebesar Rp 16.500, diberikan bantuan iuran oleh pemerintah.
“Kemudian, pada tahun 2021 dan tahun berikutnya, peserta PBPU dan BP kelas III membayar iuran Rp 35.000, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000,” tutup Dasrial. (US/red)