SERANG — Pesatnya perkembangan E-sport tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, tidak sedikit orang yang mulanya menjadikan game online untuk menyalurkan hobi biasa, kini E-sport justru mendatangkan kesuksesan dari berbagai ajang pertandingan baik Nasional mauapun Internasional.
Menanggapi hal tersebut Pemprov melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten akan memfokuskan pembangunan karakter pemuda di tahun 2020 dalam sektor pemanfaatan e-sport atau yang sering dipahami Turnamen Online.
“Kita sekarang lagi coba mengembangkan minat dan potensi pemuda dibidang e-sport (game Online),” ucap Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Banten Deden Afriandhi Hartawan usai menghadiri Rakorda KNPI Banten di Pendopo Lama, Gedung Negara, Kota Serang, Senin (24/2/2020).
Deden menjelaskan, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemuda pemerintah dalam waktu dekat akan menggelar turnamen game online tersebut.
“Nanti tanggal 27-29 April ada jambore pemuda isinya pertandingan e-sport,”ujarnya.
E-sport, kata Deden, kini menjadi salah satu Industri yang mulai menarik minat berbagai kalangan terkhsus pemuda, karena E-sport salah satu alternarif dalam mengembangkan bakat untuk mendapatkan nilai ekonomis.
“Ternyata setelah dipelari dari e-sport itu banyak sekali mendatangkan uang, dari mulai kester (host), joki itu bisa mendatangkan pendapatan,”paparnya.
Di Banten, Menurut Deden banyak pemuda yang menggeluti keahilang dibidang e-sprot, terlebih setelah ditelusuri pemain e-sport pendapatannya sangat tinggi.
“Ada salah satu penggelut e-sport pendapatanya sebulan bisa mencapai 30 sampai 50 juta,”ujar deden.
Meski begitu, Deden tidak menafikan masih banyak pemuda yang menempatkan game online sekedar permainan biasa sehingga tidak mengambil peluang dalam memanfaatkan e-sport.
“Ini coba kita kanalisasi sehingga isport memang bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan yang mendatangkan pendapatan bagi para pemuda,”ungkapnya.
Deden mencontohkan, dalam permainan game onlien tidak beda jauh dengan silat. “Game online ini sama kita bisa silat kalau gak diarahin ya bisa jadi pereman. Tapi kalau kita arahkan dan mereka jadi atlet itu bisa mendatangkan pendapatan,”jelasnya.
“Makannya untuk memberdayakan pemuda ditahun ini kita akan mengadakan 4 rangkaian kegiatan yang isinya perlombaan Isport,”terang deden.
Dalam perlombanya klasifikasi yang terbagi dalam dua kelompok, sehingga menempatan kelompok tersebut untuk mengetahui seberapa tinggi minat terhadap e-sport di Banten.
“Nanti ada dua segmen, pertama untuk pemuda yang usianya 17-30 tahun segmen kedua pemuda pelajar tingkat SMA/SMK,”tandasnya. (jen/red)



