SERANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah bulat memasang Najib Hamas untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati di Pilkada Kabupaten Serang 2020.
Kendati demikian PKS masih melakukan penggodogan terhadep kader internal PKS untuk menemukan Bakal Calon Wakil yang akan mendampingi Najib Hamas.
“Alhamdulialah sosok Najib Hamas bagus di mata para tokoh, dan sedang kita godog di internal PKS itu para ulama ibaratnya mendukung penuh,” kata Juhaeni Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PKS, saat ditemui awak media di salah satu rumah makan, di Kota Serang, Selasa (25/2/2020)
“Berkaitan dengan rekom para ulama pendamping (Najib Hamas-red) ini yang sedang kita bahas, ada 1, 2 bahkan tidak rekomendasi dari para tokoh sedang kita godog, belum saatnya kita keluarkan,”tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW PKS, Sanuji Pentamarta mengungkapkan, bahwa untuk mencari pendamping Najib Hamas akan diseleksi, yang paling berpotensi untuk menang di Kabupaten Serang, disukai umat dan ketika memimpin tidak melupakan umat.
“Itu yang paling penting. Itu tekanan ulama,” ungkapnya.
Ditemui ditempat yang sama, Najib Hamas menjelaskan, pertemuannya dengan ulama itu terutama Pondok Pesantren ingin berpartisipasi di peningkatan pendidikan.
“Tadi para ulama berpesan husus di Kabupaten Serang karena berdasarkan BPS tingkat pendidikan itu 7,1 tahun itinya SMP kelas 1, maka para ulama berpesan peningkatan sekolah melalui partisipasi pondok pesantren,” ungkapnya.
Lanjut Najib, Jadi pondok pesantren siap mensukseskan pendidikan di Kabupaten Serang dengan mengoftimalkan serapan daya tampung SD, SMP atau Aliah melalui paket kejar, paket A dan B.
“Karena PR terbesar adalah meningkatkan pendidikan, kalau kita mengharapkan kepada pendidikan negeri jelas ini tidak akan terkejar sampai kapan pun,” terangnya.
Najib menjelaskan jangan sampai Pondok Pesantren dijadikan komoditas politik, tapi benar – benar menyediakan fasilitias pesantren untuk peningkatan pendidikan, ini langkah kongkrit dari para ulama, tegas Najib Hamas.
“Ini merupakan partisipasi di pemerintah, jadi pondok pesantren jangan dijadikan komoditas politik, tapi ingin serius menyediakan fasilitas pesantren untuk penibgajatan pendidikan dari SD ke SMP dari SMP ke SMA. Saya rasa ini hal yang kongkrit yang diharapkan oleh para ulama,” tandasnya. (Di/red)



