PANDEGLANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang merilis hasil penelitian berupa Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).
Dari hasil penelitian, Bawaslu Kabupaten Pandeglang menyebutkan indek kerawanan konflik di Kabupaten Pandeglang berada di posisi tertinggi kedua dari 4 Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 di Provinsi Banten.
Hal tersebut terungkap saat Bawaslu Kabupaten Pandeglang menggelar Press Release di Aula Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/02/2020).
Divisi Pengawasan pada Bawaslu Kabupaten Pandeglang Karsono mengatakan, definisi indeks kerawanan dalam laporan tersebut merujuk pada semua hal yang dapat mengganggu dan menghambat pelaksanaan tahapan Pilkada serentak Tahun 2020.
“IKP ini sebagai alat pemetaan dan deteksi dini. Jadi ini bagian dari upaya kami (Bawaslu -red) untuk mencegah kerawanan Pilkada,”katanya.
Menurutnya ada empat dimensi yang menjadi ukuran dalam IKP Pilkada 2020 ini, empat dimensi tersebut adalah partisipasi politik, konteks sosial dan politik, penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil, serta kontestasi. IKP untuk Pilkada serentak 2020 tersebut secara garis besar disusun berdasarkan praktik-praktik pelanggaran pada pemilu sebelumnya, baik Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu 2019.
“Jika dilihat berdasarkan hasil penelitian KPU RI, level IKP Kabupaten Pandeglang berada dalam posisi tertinggi ke 5 dengan nilai 60.80, jika dipetakan berdasarkan dimensi indek kerawanan pada partisipasi politik adalah 79.07, konteks sosial dan politik 52.23, penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil 54.25 dan kontestasi 67,86,”ungkapnya.
Dengan adanya potensi – potensi kerawanan tersebut. Karsono menegaskan, bahwa pihaknya (Bawaslu -red) akan meningkatkan setrategi – setrategi pengawasan, dengan melibatkan semua stakeholder. Untuk bersama – sama melakukan pengawasan pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020.
“Dengan potensi kerawanan yang ada ini kita akan melakukan strategi – setrategi pengawasan, salah satunya adalah dimensi sosial politik. Kita akan melibatkan semua stakeholder yang punya tanggungjawab, TNI, Polri, Binda Untuk sama – sama bertanggungjawab terhadap pengamanan pilkada Pandeglang 2020,”tandasnya. (Aldo)



