SERANG – Menanggapi keluhan dari beberapa warga Kota Serang terkait bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa sembako yang disalurkan oleh Pemkot Serang diduga tida mencapai Rp200 ribu, Walikota Serang, Syafrudin mengaku dilema.
Syafrudin mengatakan, bantuan JPS sebanyak 50 ribu KK untuk warga Kota Serang tersebut memang melalui pihak ketiga. Namun, dirinya juga tidak menampik terhadap keluhan warga yang menilai bahwa bantuan tersebut nilainya dibawah Rp200 ribu.
Bahkan, Syafrudin mengaku hal tersebut menurutnya wajar, “Dari pihak ketiga saya kira wajar, karena kalo dari pihak ketiga pasti ada keuntungan,” ujarnya saat usai melakukan Rapat Koordinasi di Kantor Kominfo Kota Serang, Selasa (05/05/2020).
Dirinya juga mengaku dilema dengan hal tersebut. Menurutnya, data JPS di Kota Serang sempat meningkat di atas 50 ribu KK.
“Sebenernya kami dilema dengan ini. Pada tanggal 22 itu kami menganggarkan 50 ribu kk yang untuk diberikan bansos per KK sebesar Rp200 ribu. Namun sebelum kami bagi data ini meningkat menjadi lebih banyak kurang lebih 70 ribu,” katanya.
Syafrudin juga akan perintahkan Inspektorat untuk melakukan pengecekkan kepada Dinas Sosial.
“Jadi ini sudah saya perintahkan kepada Inspektur untuk mengecek keberadaan dinsos, karena secara teknis dinsos yang akan menjawab,” tuturnya.
Pihaknya juga akan membahas terkait keluhan masyarakat dengan bantuan JPS yang tidak mencapai Rp200 ribu tersebut.
“Nanti akan kami bahas lagi karena ini bermasalah. Mudah-mudahan bulan depan sesuai harapan masyarakat,” tukasnya. (Nm/red)



