TANGERANG – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tangerang dr. Emma Agustini menilai bahwa kebijakan yang di keluarkan Pemerintah melalui Peraturan Mentri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, hanya janji saja. Menurutnya, pemerintah tidak serius dalam menangani pandemi Covid-19 ini.
Akibat di berlakukannya kebijakan Permenhub tersebut, pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 terjadi lonjakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dengan jumlah okupansi sebanyak 5.700 orang.
“Saya kecewa sekali melihat kejadian tanggal 14 Mei kemarin. Karena apa yang dikatakan pemerintah, yang akan menangani pandemi secara serius ternyata hanya janji saja. Lalu bagaimana bisa berlalu kalau kejadiannya seperti di Soetta kemarin?, Tidak ada social distancing dan physical distancing,”ungkapnya saat dihubungi Updatenews.co.id, Sabtu (16/05/2020).
Emma juga mempertanyakan terkait bagaimana upaya PT Angkasa Pura dalam menangani lonjakan penumpang. Karena sebelumnya, kata Emma, terdapat 50 calon penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus dilarikan ke Wisma Atlet. Terlebih, pihaknya juga memprediksi jika fenomena tersebut akan terus terjadi.
“Sampai sejauh mana PT Angkasa Pura akan sanggup melayani pemeriksaan kesehatan kalau penumpangnya terus berdatangan?. Dibukanya moda transportasi udara ini akan mengundang orang untuk berdatangan,” katanya.
Dirinya juga menilai bahwa pelaksanaan physical distancing yang diterapkan tersebut tidak efektif dalam mengatur lonjakan calon penumpang. Menurutnya, hal ini akan meningkatkan tendensi penularan SARS-CoV-2.
Dirinya juga mengkhawatirkan jika Bandara Soetta akan menjadi klaster baru Covid-19, terlebih penumpang akan terbang ke berbagai arah.
“Akan ada klaster nantinya, apalagi para penumpang nantinya akan terbang ke berbagai arah. Bahkan, daerah yang sebelumnya tidak terpapar Covid-19, dengan adanya penumpang penerbangan ini akan banyak lagi nantinya,” ungkapnya.
Selain itu, kata Emma jumlah korban positif akan bertambah dalam kurun waktu beberapa hari kedepan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki sedikit jumlah korban positif Covid-19.
“Kita lihat saja nanti, pasti angkanya akan naik terutama di daerah-daerah,”ujarnya.
Lebih lanjut Emma menilai, tendensi paparan Covid-19 belum mengalami penurunan dengan grafik yang belum merata. Bagi Emma, dengan dibukanya moda transportasi ini akan mempermudah penyebaran SARS-CoV-2. Menurutnya, pandemi Covid-19 tidak akan berakhir hingga akhir Mei.
“Sementara ini tendensi Covid-19 juga belum turun, grafiknya belum rata. Jadi jangan berharap akhir Mei ini akan selesai. Dengan dilonggarkannya PSBB dan dibukanya moda transportasi, itu sangat menyakiti hati tenaga kesehatan. Bukan hanya pasien, tapi juga tenaga kesehatan yang tumbang,” pungkasnya. (Gilang/red)



