SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten 2020 mencapai 72,45, atau meningkat 0,01 poin dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar 72,44, kenaikan 0,01 persen justru menempatkan pbangunan manusia di Tanah Jawara terus menunjukan tren keterlambatan dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.
“Kemajuan pembangunan manusia Banten pada tahun 2020 mengalami perlambatan. Ditandai oleh pertumbuhan IPM yang hanya 0,01 persen, lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2019 yang mencapai 0,68 persen,” ujar Kepala BPS Banten, Adhi Wiriana melalui pres rilis yang diterima Updatenews.co.id, pada Rabu (16/12/2020).
Menurut Adhi, Meningkatnya IPM Banten tahun 2020 terjadi pada tiga komponen pembentuk saja. Dengan pertumbuhan tertinggi untuk komponen Rata-rata Lama Sekolah (RLS), sedangkan komponen yang mengalami penurunan adalah Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (PKP).
“Adapun nilai atau capaian Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), RLS, dan PKP, mencapai 69,96 tahun, 12,89 tahun, 8,89 tahun, dan 11,96 juta rupiah,” ungkapnya.
Meski demikian, dikatakan Adhi, Pada tahun ini status pembangunan manusia Banten masih berada pada level atau kategori Tinggi, Status tersebut sudah diraih Banten sejak tahun 2015.
“IPM Merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat, IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan, antara lain pendalatan, kesehatan, dan pendidikan,” terangnya.
Adhi mengungkapkan, Secara umum pembangunan manusia Banten selama sepuluh tahun terakhir ini secara konsisten terus mengalami kemajuan. Dimana, kata dia, IPM Banten meningkat dari 67,54 pada tahun 2010 menjadi 72,45 pada tahun 2020.
“Hanya saja, pertumbuhan atau kecepatan kemajuannya pada tahun 2020 mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, status pembangunan manusianya masih tertahan pada level atau kategori Tinggi,” tandasnya, (jen/red)
Duh! IPM Banten 2020 Alami Perlambatan



