SERANG – Ikatakan Da’i Muda Indoensia (IDMI) Banten bakal meluncurkan program Da’i bersertifikat dalam rangka meningkatkan serta mengembangkan kapasitas pendakwah di Tanah Jawara.
Ketua PW IDMI Banten, Ustadz H Sahru Ramadan mengatakan, Da’i bersertifikat IDMI berbeda dengan program sertifikasi dakwah yang sempat dugulirkan pemerintah pusat yang berujung pada penolakan serta menuai polemik ditengah ummat.
Kata dia, IDMI merupakan orgaisasi Independen yang bergerak murni di bidang dakwah untuk memperjuangkan kemasalahan ummat.
“Selama ini kan sertivikasi Da’i menjadi kontroversi dari tahun 2017 sudah disosialosasikan cuma masih banyak penolakan dibawah terutama para ustad guru organisasi keagamaan,” kata pria yang akrab disapa Kyai Sahdan kepada awak media saat ditemui di Gedung DPRD Banten, Kota Serang, Kami (17/12/202).
“Kita mencari jalan lain yakni dengan Da’i bersertifikat, sebab kalau sertifikasi Da’i akan menimbulkan kepentingan inters politik, sehingga kalau tidak sesuai dengan lembaga sertifikasi bisa digugurkan,” sambungnya.
Konsep Dai bersertifikat IDMI, dikatakan Sahdan, berbeda jauh dengan konsep sertifikasi Da’i pemerintah yang harus
taat dan tunduk kepada struktural pemerintah yang secara langsung akan berdampak pada nalar kritis pendakwah untuk menegakan keadilan serta menuntaskan kebatilan di tanah air.
“Seorang Da’i harus terus menerus belajar, meningkatkan kapasitas seoarang Da’i jangan merasa cukup dan puas dengan keilmuan yang ada,” terangnya.
Selain meningkatkan Kapasitas Da’i, IDMI juga akan mengembangkan serta meningkatkan profesionalitas kompetensi seorang pendakwah. Jadi, kata dia, IDMI akan menggelar pelatihan-pelatihan khusus sesuai kapasitas Da’i, sebab seorang Dai memiliki kapastian berbeda-beda ada yang mahir di kajian, dakhwa, tafisir, Qori dan lain sebagainya.
Bagi dia, seorang pendakwah yang akan memperoleh Da’i berseritifkat tidak hanya mampu secara keilmuan tapi juga faham dengan metode dan starategi dakhwah.
“Banyak yang secara keilmuan memadai, tapi secara strategi dan metode dakhwah tidak dimiliki, maka kita akan mengorganisir, memberikan fasilitas kepada Da’i yang ada di Banten khsuusnya generasi muda, para dai dan dai’ah inshallah akan sama-sama meningkatkan kapasitas serta kompetensi dengan program Da’i bersertifikat,” ungkapnya.
Kedepan, Sahdan mengaku, pihaknya akan menerjunkan seluruh jajaran pengurus IDMI untuk melakukan bimbingan serta pembinaan kepada masyarakat hingga dipesolok-pelosok kampung.
“Setelah kita selesai Da’i Bersetifikat kita akan turunkan ke daerah-daerah yang notabene miskin para Da’i dan ustadz,” tandasnya, (jen/red)
IDMI Banten Luncurkan Program Dai Bersertifikat



