SERANG – Kepala Dirjen Prasarana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Heru Wisnu mengatalan, pembangunan reaktivasi jalur Kereta Api rute KRL (Commuter Line) Rangkas bitung hingga Merak memiliki panjang kurang lebih 60 Kilometer akan dirampungkan September 2021.
“Tahun 2020 kita selesaikan dari Rangkas sampai Serang, dan kita akan lanjutkan ke Merak itu di tahun ini bulan September,” katanya saat meninjau Stasiun Serang, Jum’at 5 Februari 2021.
Jalur Kereta Api Serang dikatakan Heru, masih single jadi di dalam pembangunan double track ada kapasitas lintas persegmen dari stasiun ke stasiun, jika kapasitas lintasnya sudah jenuh saat di bangun double track mangkannya dalam pembangunan dari tanah abang serpong sampai maja itu bertahap karena pemerintah konsen kearah jalur Rangkas-Merak
“Untuk double track dan banyak buat commuter line jadi itu buat KRL dan kita akan lakukan elektabilitasi, tetapi setelah semua bertahap kita lihat,” Terang Wisnu.
Disinggung soal pelayanan fasilitas bagi para pedagang, Wisnu menegaskan bahwa PT KAI harus membuka gerbong khusus untuk mengatur pelayanan terbaik kepada para pedagang. “Sebenarnya di daerah sini banyak pedagang, dan KRL ini kan tidak ada kursinya hanya yang dipinggir-pinggir sebetulnya itu bisa di fasilitas tapi mungkin di jam-jam tertentu, misal di pagi hari mungkin ya bisa yang pertama buat yang membawa barang-barang tetapi di jam khusus itu untuk penumpang atau pekerja,” Ungkapnya.
“Kami minta kepada pihak kereta api dapat mengatur perjalanan nya seperti itu, jadi ada sesi-sesi untuk pedagang. Karena pedagang kan mengganggu penumpang yang lain lantaran membawa bakul-bakul,” tuturnya.
Terkait Operasional kereta api di hari lebaran sambung Wisnu, sesuai kondisi pandemi masih memberlakukan untuk pembatasan jumlah sekitar 45 persen dibatasi jumlahnya agar bisa sosial Distansing.
“Sebetulnya kalau kita bicara masih normal atau tidak ya kita lihat kecenderungan dari pada yang terpapar virus ini, tetapi kita masih memberlakukan untuk pembatasan jumlah karena untuk bisa sosial distansing. Kalau KRL itu ada 45 persen dibatasi jumlahnya,” pungkasnya (jen/red)



