UPDATENEWS.CO.ID, – Sering kerja pagi sampai malam dan terpapar udara dingin saat pulang di malam hari membuat tubuh kerap kali terserang masuk angin.
Masuk angin adalah kondisi ketika tubuh sedang tidak fit yang ditandai dengan badan pegal-pegal, perut kembung, mual, pusing dan lainnya.
Namun, sekumpulan gejala masuk angin tersebut sebenarnya mirip dengan gejala flu, tapi penyebabnya tentu saja bisa beragam.
Nah biasanya ketika kamu mengalami gejala tersebut, sedikit banyaknya orang sering mengatasinya dengan sebutan “kerokan”.
Cara yang satu ini sangat populer di Indonesia, dan biasanya dilakukan dengan menggosokkan benda tumpul, seperti uang koin, bawang putih, ataupun batu giok dan digosokan pada punggung.
Nah sebagai pelicinnya agar tidak tidak menyebabkan lecet atau luka pada kulit, kerokan biasanya juga menggunakan minyak atau losion agar tidak menimbulkan rasa perih pada punggung.
Minyak yang sering dipakai antara lain minyak telon, minyak kelapa, minyak angin dan olive oil atau juga balsem.
Namun apakah kerokan memiliki manfaat kesehatan atau bisa mengatasi masuk angin tidaknya hal ini masih banyak diperbincangkan.
Menurut Healthy vlogger yang juga seorang dokter, dr. Clarin Hayes mengungkapkan bahwa kerokan sendiri sangat tidak disarankan dilakukan.
“Faktanya kerokan tidak menyembuhkan sakit atau gejala masuk angin,” jelas dr. Clarin Hayes, seperti yang dikutip dari kanal YouTube Clarin Hayes pada Selasa 6 Desember 2022.
Ia menjelaskan bahwa kerokan hanya dapat membuat badan kita terasa lebih enakan saja.
Hal tersebut menurut healthy vlogger cantik itu dikarenakan ketika punggung atau tubuh kita dikerok dengan uang atau logam tumpul lainnya lalu memakai minyak atau balsem maka akan terjadi gesekan.
Rasa enakan pada badan kita itu disebabkan karena gesekan antara logam dan kulit kita yang terjadi berulang-ulang sampai timbul warna merah pada kulit.
“Warna merah ini sebenarnya adalah pelebaran pembuluh darah pada kulit yang disebabkan gesekan dan penekanan saat kerokan,” ujarnya.
Maka jika pembuluh darah tersebut melebar akan membuat aliran darah di daerah yang dikerok akan meningkat yang akhirnya si badan terasa hangat dan juga terasa enak.
Kendati demikian, sirkulasi pada area tubuh yang dikerok akan menjadi lebih baik, lalu sensasi kerokan akan melepaskan hormon endorphin di otak kita.
“Inilah yang membuat kita merasa enak, badan jadi lebih rileks, nyaman dan tenang setelah dikerok,” imbuhnya.
Akan tetapi saat dikerok juga tidak hanya terjadi pelebaran pada pembuluh darah saja.
Akan tetapi ada juga pembuluh darah kapiler dibawah kulit yang menjadi pecah.
Pembuluh darah kapiler menjadi pecah ini ditandai dengan muncul bintik-bintik kemerahan di kulit.
“Kerokan bukan dilarang, tapi jangan dilakukan terlalu sering. Karena bisa menyebabkan iritasi kulit,” tegas dr. Clarin Hayes. (red)



