PANDEGLANG, – Mamah Rohimah (45) warga Kampung Kubung, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak sepuluh tahun silam.
Wanita Paruh Baya ini mengaku sangat bersyukur bisa terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yakni Peserta JKN yang iurannya dibiayai oleh Pemerintah Daerah melalui APBD.
Wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini, menceritakan banyak manfaat yang ia terima dari Program JKN untuk berbagai pelayanan kesehatan terutama membantu dirinya menjalani operasi Caesar di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Permata Ibunda Pandeglang pada bulan juli 2024 lalu.
Saat ditemui dikediaman, wanita yang akrab disapa Mamah ini mengaku tidak menyangka bakal dikaruniai keturunan lagi mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi. Selain itu putera pertama dan keduanya sudah cukup dewasa.
“Saya gak menyangka bakal dikaruniai anak lagi yang ketiga ini perempuan, karena saya sudah pada dewasa. Anak yang pertama sudah 25 tahun, yang kedua sudah 18 tahun. Ini ternyata yang kedua punya adik lagi, Alhamdulillah,” tuturnya.
Mamah mengatakan, tindakan Operasi Caesar dilakukan karena berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter kandungan kondisi bayi yang ada di dalam perutnya saat itu melintang atau tidak normal pada umumnya sehingga diharuskan dilakukan tindakan operasi.
“Iya karena waktu itu kata dokter posisi bayi di perut tidak normal, posisinya melintang sehingga harus di operasi Caesar, ” ujarnya.
Ia bersyukur, berkat bantuan JKN kini putri ketiga yang diberi nama Lintang itu bisa selamat dan sehat. Ia juga mengaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun saat menjalani operasi maupun saat berobat jalan.
“Alhamdulilah semuanya gratis, saat itu saya dirawat selama empat hari, semuanya gratis dan untuk kontrol sampai sehat, biaya obat dan lainnya gratis,” tuturnya.
Meskipun hanya tercatat sebagai peserta kelas 3 namun, Mamah tidak mendapatkan pelayanan berbeda dengan peserta kelas di satu, dua maupun pasien umum sekalipun.
Ia selalu mendapatkan pelayanan yang baik bahkan proses administrasi yang mudah. Meskipun selama memiliki JKN ia baru pertama kali menjala operasi, namun ia mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit yang terkena dengan sebutan rumah sakit Suradal tersebut.
“Alhamdulilah semenjak punya kartu BPJS Kesehatan baru buat itu operasi Caesar, sebelumnya hanya untuk berobat biasa saja. Tapi pas kemarin operasi Caesar di Rumah sakit Suradal Alhamdulillah pelayanannya bagus dan gak susah prosesnya mudah,” terangnya.
Mamah mengaku tidak bisa membayangkan jika dirinya tidak memiliki kartu JKN, ditengah sulitnya ekonomi keluarga saat ini dan biaya operasi yang mahal tentu akan membuat dirinya tak tenang lantaran sang suami saat ini hanya bekerja serabutan.
“Saya tanya katanya kalo pake umum itu bisa sampe puluhan juta, awalnya juga sempet kepikiran, karena takut ada biaya lain-lain. Tapi Alhamdulillah semua gratis, Alhamdulillah ya Allah, terimakasih BPJS Kesehatan,” ucapnya.
Selain tak henti berucap syukur, Mamah juga berharap program JKN tetap dapat eksis memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terutama masyarakat kurang mampu salah satunya seperti dirinya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta JKN yang saat ini masih aktif dan rutin membayar iuran BPJS Kesehatan.
“Alhamdulilah terimakasih kepada para peserta lain yang rutin iuran, mungkin saya juga bisa menikmati pengobatan karena ada peserta lain yang rutin iuran, terimakasih juga untuk pemerintah, semoga BPJS Kesehatan tetap ada untuk masyarakat kurang mampu di Pandeglang,” pungkasnya. (ADV)



