PANDEGLANG, – Menjaga pola makan sehat, saat ini betul-betul diterapkan oleh Darsih (65) Warga Kampung Kadulayung, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Dirinya merasa sedikit trauma karena dua tahun lalu Darsih sempat menjalani operasi Wasir akibat tidak memperhatikan pola makan sehat. Beruntung dirinya telah terdaftar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kelak menjamin seluru biaya pengobatannya.
Darsih mengaku, dulu memang dirinya tidak terlalu memperhatikan makanan yang dikonsumsi, makanan-makanan yang pedas selalu menjadi kesukaan. Hingga puncaknya pada bulan Agustus tahun 2022, ia mengalami gejala merasa kurang nyaman ketika duduk dan juga saat BAB (Buang Air Besar) merasakan perih.
Ibu enam anak ini mengatakan, sebelumnya ia tidak memiliki riwayat penyakit pencernaan apapun. Ketika mengalami gejala tersebut, Darsih langsung memeriksakan kondisinya ke faskes pertama terdekat agar dapat segera ditangani dan dengan harapan bisa pulih kembali.
Sesampainya di Puskesmas, pihak dokter pun menyampaikan bahwa tindakan yang harus dilakukan merupakan tindakan serius yang membutuhkan peralatan medis yang lengkap.
Karena berdasarkan didiagnosis dokter, Darsih mengidap penyakit Wasir. Penyakit yang di mana pembuluh darah di sekitar anus atau di bagian bawah rektum membesar, meradang, atau terisi darah.
Untuk diketahui, penyakit Wasir dapat menyebabkan gejala seperti nyeri, gatal, pendarahan saat buang air besar, serta tonjolan atau benjolan di sekitar anus yang salah satunya dapat disebabkan oleh tekanan berlebih atau faktor genetik.
“Setelah dijelaskan oleh dokter, saya di rujukan ke rumah sakit Cikoneng (RSUD Berkah Pandeglang). Untuk operasinya selama tiga hari dan di rawat di rumah sakitnya saya sekitar sepuluh hari sampai pulih,” tutur Darsih saat ditemui di kediamannya oleh media belum lama ini.
“Alhamdulilah untuk biaya operasi dan pengobatan saya dijamin penuh tanpa ada biaya tambahan, bahkan kontrol setelah operasi juga semua dijamin oleh Program JKN. Terimakasih BPJS Kesehatan,” ucap Darsih.
Wanita paruh baya yang berprofesi sebagai petani ini mengaku sudah terdaftar sekitar sepuluh tahun sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibiayai oleh APBD Kabupaten.
Darsih menilai, jika pelayanan di puskesmas maupun di rumah sakit sudah sangat baik. Meskipun hanya terdaftar sebagai peserta JKN kelas tiga, namun pelayanan yang diberikan mulai dari obat-obatan, makanan hingga fasilitas kamar sangat memuaskan.
Menurutnya, pihak rumah sakit sangat mementingkan keselamatan pasien tanpa adanya perbedaan apapun. Kemudahan akses yang diberikan juga sangat membantu untuk seluruh kalangan masyarakat.
“Alhamdulilah untuk proses administrasi gak sulit, nanya ke satpam atau di lobi pertama langsung dilayani dan di arahkan. Untuk pelayanannya bagus,” tuturnya.
Darsih menuturkan, dirinya tidak bisa membayangkan apabila ia belum terdaftar sebagai Peserta JKN. Ditengah kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, JKN merupakan andalan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi Darsih dan keluarganya.
“Saya sangat bersyukur sekali dengan Program JKN, apalagi sebagai ibu rumah tangga dan petani yang memilki pendapatan pas-pasan. Saya berharap semoga saya beserta keluarga dapat terus terdaftar dengan segmen PBI, karena saat ini saya masih rutin untuk pengobatan kontrol,” ungkapnya.
Darsih berharap, Program JKN tetap dapat eksis untuk membantu seluruh masyarakat. Pelayanan prima yang dirasakan Darsih menjadi salah satu fokus pengembangan Program JKN yang berkelanjutan agar keresahan yang dahulu dirasakan oleh masyarakat tidak terjadi lagi.
Apalagi saat ini semua program dan layanan kesehatan dapat dilihat dalam aplikasi mobile JKN. (ADV)



