PANDEGLANG, – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, terutama bagi warga yang masuk dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Program yang iurannya sepenuhnya dibayarkan oleh pemerintah ini menjadi penyelamat bagi masyarakat miskin dan tidak mampu dalam mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
Salah satu warga yang merasakan langsung dampak positif program ini adalah Juhenah (39), warga Kampung Kadusumbul Sawah, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.
JuhenahJuhenah mengisahkan perjalanan panjang keluarganya dalam merawat ibunda tercinta yang mengidap penyakit diabetes selama bertahun-tahun. Ia mengaku sangat bersyukur dirinya bersama keluarga terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Tanpa bantuan tersebut, ia tidak bisa membayangkan bagaimana cara mereka membiayai berbagai kebutuhan pengobatan sang ibu yang harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, saya dan keluarga sangat terbantu. Kami tidak punya biaya besar untuk pengobatan ibu. Sejak ibu sakit, JKN benar-benar jadi penyelamat bagi kami,” tutur Juhenah kepada media pada Rabu, 3 Desember 2025.
Penyakit diabetes yang dialami ibunda Juhenah bukanlah penyakit yang bisa ditangani dengan sederhana. Kondisinya sering kali menurun secara tiba-tiba.
Di beberapa momen, ibunya bahkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat karena mengalami gejala drop seperti pusing hebat, lemas ekstrem, hingga kesulitan bernapas. Kondisi ini membuat keluarga harus siaga sepanjang waktu.
Beruntung, seluruh kebutuhan medis ibunda Juhenah dapat tertangani berkat kepesertaan JKN dari segmen PBI. Mulai dari konsultasi rutin, pemeriksaan penunjang seperti pengecekan kadar gula darah, pemberian obat secara berkala, hingga perawatan intensif di rumah sakit, semuanya bisa didapatkan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.
Inilah yang membuat keluarga besar sangat bergantung pada keberadaan program jaminan kesehatan tersebut.
Juhenah menegaskan bahwa tanpa JKN, terutama dari segmen PBI, keluarganya tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan pengobatan sang ibu. Biaya perawatan pasien diabetes yang mengalami komplikasi bisa mencapai jutaan rupiah dalam satu periode tertentu, apalagi jika harus bolak-balik mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
“Kalau bayar sendiri, pasti kami tidak sanggup. Kami hanya masyarakat biasa. Dengan adanya JKN, semua jadi lebih aman. Ibu bisa berobat kapan pun kondisinya menurun tanpa harus mikir biaya,” tambahnya.
Namun setelah berjuang melawan diabetes selama bertahun-tahun, ibunda Juhenah akhirnya menghembuskan napas terakhir di RSUD Banten, sekitar 10 hari lalu.
Juhenah mengenang bahwa meski ibundanya telah tiada, ia tetap bersyukur karena selama perjuangannya, sang ibu mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.
“Walaupun ibu sudah pergi, saya tetap merasa tenang. Setidaknya selama sakit, ibu tidak menanggung beban biaya. Kami bisa fokus merawat dan mendampingi ibu tanpa khawatir soal biaya pengobatan,” tutur Juhenah dengan suara bergetar.
Kepergian sang ibu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi sekaligus memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya jaminan kesehatan yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat kecil.
Juhenah berharap pemerintah terus mempertahankan program ini, bahkan memperluas cakupannya agar masyarakat lain yang juga membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
Segmen PBI JKN sendiri menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk mewujudkan layanan kesehatan yang merata melalui Jaminan Kesehatan Nasional.
Program ini menanggung seluruh biaya iuran peserta, sehingga mereka dapat mengakses pelayanan kesehatan mulai dari tingkat pertama hingga rumah sakit rujukan. Program ini juga sangat krusial bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yang memerlukan perawatan jangka panjang.
Kisah Juhenah adalah potret nyata bagaimana kehadiran JKN membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Program ini bukan sekadar kebijakan, tetapi bentuk nyata kepedulian negara terhadap warganya.
Melalui perlindungan kesehatan yang memadai, masyarakat miskin dapat hidup dengan lebih tenang, tidak lagi takut berobat, dan tetap memiliki harapan saat menghadapi penyakit berat.
Dengan berbagai manfaat tersebut, PBI JKN terus menjadi tumpuan jutaan keluarga Indonesia dalam mempertahankan kesehatan, terutama di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif. Pemerintah berharap program ini dapat terus mengurangi beban masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia. (Adv)



