UPDATENEWS.CO.ID, – Nama Young Syefura Othman mendadak melintasi batas negara. Politisi muda asal Malaysia itu menjadi buah bibir netizen Indonesia setelah tampil bersama Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam sebuah konten video yang viral di media sosial. Bukan sekadar kolaborasi biasa, pertemuan keduanya memantik rasa penasaran publik akan sosok Young Syefura yang selama ini jarang disorot media Indonesia.
Dalam video yang beredar luas, Young Syefura tampil sederhana, komunikatif, dan penuh senyum. Percakapan santainya dengan KDM, yang dikenal dekat dengan rakyat dan budaya lokal, menghadirkan nuansa berbeda: hangat, egaliter, dan jauh dari kesan politik formal.
Namun, siapa sebenarnya Young Syefura?
Bukan Politisi Instan
Di balik viralitas tersebut, Young Syefura bukan figur yang muncul tiba-tiba. Ia adalah Anggota Parlemen Malaysia (Ahli Parlimen) Bentong, Pahang, terpilih pada Pemilu 2022. Di usia yang relatif muda, ia berhasil menembus panggung politik nasional Malaysia sebuah capaian yang tidak mudah, terutama bagi perempuan.
Menariknya, sebelum terjun ke dunia politik, Young Syefura memiliki latar belakang tenaga kesehatan. Ia merupakan lulusan keperawatan, sebuah profesi yang membentuk karakter empati dan kedekatan dengan masyarakat. Jejak inilah yang kemudian tercermin dalam gaya komunikasinya yang tenang dan membumi.
Viral Bukan Karena Sensasi
Yang membuat publik terkesan, viralnya Young Syefura bukan disebabkan kontroversi. Justru sebaliknya, ia viral karena kesederhanaan, cara bertutur, dan sikap hormat dalam dialog lintas budaya bersama KDM.
Dalam konten tersebut, keduanya tampak berdiskusi ringan tentang kehidupan, masyarakat, hingga nilai-nilai kearifan lokal. Tak sedikit netizen yang menilai pertemuan itu sebagai contoh bagaimana politik bisa hadir tanpa jarak, tanpa panggung berlebihan.
Candaan warganet yang “menjodoh-jodohkan” keduanya pun lebih banyak dibaca sebagai ekspresi kekaguman, bukan gosip negatif.
Wajah Politik Perempuan yang Berbeda
Di tengah stereotip politik yang keras dan kaku, Young Syefura justru menghadirkan wajah lain: perempuan muda, berpendidikan, santun, dan komunikatif. Tak heran jika pencarian tentang biodata, latar belakang pendidikan, hingga akun media sosialnya meningkat tajam di Indonesia.
Bagi sebagian netizen, Young Syefura dianggap merepresentasikan generasi baru politisi Asia Tenggara yang tak hanya berbicara kebijakan, tetapi juga nilai kemanusiaan.
Lebih dari Sekadar Konten
Pertemuan Young Syefura dan KDM pada akhirnya tak sekadar menjadi konsumsi viral. Ia memperlihatkan bahwa diplomasi sosial dan budaya bisa terjadi melalui medium yang sederhana dan mudah diakses publik.
Di era media digital, satu pertemuan santai dapat membuka dialog lintas negara, lintas generasi, dan lintas persepsi. Dan Young Syefura, tanpa banyak kata, berhasil mencuri perhatian dengan caranya sendiri. *



