UPDATENEWS.CO.ID, – Di tengah dinamika politik dan kepemimpinan daerah di Indonesia, muncul figur-figur yang menembus sekat formalitas birokrasi dan hadir langsung di tengah masyarakat. Dua di antaranya adalah Young Syefura dan Kang Dedi Mulyadi (KDM). Meski berbeda generasi dan latar belakang usia, keduanya kerap dibandingkan karena memiliki banyak persamaan dalam gaya komunikasi, pendekatan kepemimpinan, hingga cara membangun kedekatan dengan rakyat.
Kepemimpinan yang Turun ke Akar Rumput
Baik Young Syefura maupun KDM dikenal sebagai sosok yang tak sungkan turun langsung ke lapangan. Mereka hadir di tengah masyarakat tanpa jarak, menyapa warga, mendengar keluhan, bahkan terlibat langsung dalam persoalan-persoalan kecil yang sering luput dari perhatian pejabat. Pendekatan ini membuat keduanya dipersepsikan sebagai pemimpin yang “hadir”, bukan sekadar memberi instruksi dari balik meja.
Komunikatif dan Naratif
Salah satu persamaan paling menonjol adalah kemampuan bertutur. KDM dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas, penuh filosofi Sunda, dan sarat pesan moral. Sementara Young Syefura tampil dengan gaya khas generasi muda lebih segar, komunikatif, dan mudah diterima oleh kalangan milenial serta Gen Z. Keduanya piawai mengemas pesan kepemimpinan dalam narasi yang sederhana namun menyentuh.
Dekat dengan Budaya dan Nilai Lokal
KDM selama ini identik dengan pelestarian budaya lokal dan nilai-nilai kearifan tradisional. Hal serupa juga terlihat pada Young Syefura yang kerap menonjolkan identitas lokal, nilai sosial, serta semangat gotong royong dalam setiap aktivitasnya. Keduanya memandang budaya bukan sekadar simbol, melainkan fondasi dalam membangun karakter masyarakat.
Humanis dan Berpihak pada Rakyat Kecil
Dalam berbagai kesempatan, baik Young Syefura maupun KDM sering menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat kecil. Mereka vokal terhadap isu kemiskinan, ketimpangan sosial, dan keadilan. Sikap humanis ini menjadikan mereka tidak hanya dipandang sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai figur yang memberi harapan.
Memanfaatkan Media Sosial Secara Efektif
Persamaan lain yang tak kalah penting adalah kemampuan memanfaatkan media sosial. KDM lebih dulu dikenal luas melalui konten-konten spontan yang memperlihatkan aktivitasnya di lapangan. Young Syefura pun mengikuti jejak serupa, memanfaatkan platform digital untuk membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat, sekaligus menyebarkan pesan-pesan positif.
Dua Generasi, Satu Spirit Kepemimpinan
Meski berasal dari generasi berbeda, Young Syefura dan Kang Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa esensi kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh keberanian untuk mendengar, hadir, dan bekerja bersama rakyat. Persamaan keduanya mencerminkan kerinduan publik terhadap pemimpin yang autentik, membumi, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, gaya kepemimpinan seperti yang ditunjukkan Young Syefura dan KDM menjadi pengingat bahwa kedekatan dengan rakyat tetap menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan perubahan. *



