Pandeglang — Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang dan daerah hulu sungai menyebabkan banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, semakin meluas dan lebih besar dibanding hari sebelumnya. Ketinggian air yang sempat surut kini kembali naik drastis hingga mencapai satu meter, Jumat (19/12/2025) pagi.
Berdasarkan informasi di lapangan, banjir pertama kali terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Pada Kamis, 18 Desember 2025, kondisi sempat membaik setelah air surut sekitar 20 sentimeter menjadi 40 sentimeter. Namun, intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus membuat banjir kembali membesar pada Jumat dini hari, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Cilemer akibat curah hujan lebat yang terjadi tanpa henti sejak beberapa hari terakhir, baik di wilayah Pandeglang maupun daerah hulu sungai di Kabupaten Lebak. Luapan sungai tersebut merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Idaman, Ilman, mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding hari sebelumnya. Menurutnya, air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga masuk ke area permukiman warga.
“Banjir kemarin tidak sampai ke depan rumah warga. Tapi sekarang ini, Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB, air kembali naik dan sudah sampai ke depan rumah,” ujar Ilman.
Ia mengungkapkan, warga kini mulai meningkatkan kewaspadaan dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika debit air terus bertambah. Pemerintah desa bersama unsur terkait juga terus melakukan pemantauan kondisi sungai dan permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur wilayah Pandeglang dan sekitarnya. Warga yang berada di bantaran sungai diimbau untuk tetap siaga, mengamankan barang berharga, serta mengikuti arahan petugas apabila kondisi banjir semakin memburuk. *



