Pandeglang — Pondok Pesantren Al-Barokah menggelar kegiatan Khotmil Qur’an dan Tafaruqan Santri pada Senin malam (9/3/2026), bertepatan dengan 20 Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh kebersamaan para santri.
Acara mengusung tema “Bukan perpisahan yang menyakitkan, akan tetapi indahnya kenangan yang mengguncang hati.” Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan suasana malam Ramadhan di lingkungan pesantren.
Perwakilan pengurus pondok yang juga menjabat sebagai Lurah Kobong, Erik Apriansyah, mengatakan kegiatan Khotmil Qur’an dan tafaruqan merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijaga oleh Pondok Pesantren Al-Barokah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus pengingat bagi para santri sebelum kembali ke rumah masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan rutinitas yang dilaksanakan setiap tahun. Kami berharap ketika para santri berada di rumah, mereka tetap mampu menjaga nama baik pondok serta mengamalkan ilmu dan adab yang telah dipelajari selama berada di pesantren,” ujarnya dalam sambutan.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Al-Barokah, KH Mukhidin Abdillah, menekankan pentingnya memahami makna ibadah puasa di bulan Ramadhan secara lebih mendalam. Ia menjelaskan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas spiritual seseorang.
“Bulan Ramadhan tidak hanya sekadar menjalankan puasa. Rasulullah menjelaskan bahwa ada tiga jenis puasa, yakni puasa orang awam, puasa orang yang memahami, dan puasa orang-orang yang sangat memahami makna spiritual dari ibadah tersebut,” kata Mukhidin di hadapan para santri.
Ia juga mengingatkan para santri agar tetap menjaga jati diri sebagai santri ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Ketika sudah berada di rumah masing-masing, jangan sampai melupakan identitas sebagai santri. Jaga akhlak dan perilaku, karena itulah yang menjadi cerminan pendidikan di pesantren,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhidin juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh santri menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Atas nama pimpinan pondok pesantren, saya memohon maaf lahir dan batin. Semoga setelah Idul Fitri nanti para santri dapat kembali ke pondok dengan keadaan sehat wal afiat untuk melanjutkan belajar dan menuntut ilmu,” ucapnya.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi suap karomah sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan di lingkungan pesantren. Suasana acara kemudian semakin meriah dengan penampilan hiburan dari para santriawan dan santriawati yang menampilkan berbagai kreativitas seni.
Kegiatan Khotmil Qur’an dan Tafaruqan tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara sekaligus menjadi momen mempererat ukhuwah antara santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Barokah. (Ibon/red)



