AMBON, MALUKU — Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap Abdullah Mahu kembali menuai sorotan dari kalangan mahasiswa asal Manipa di Maluku, khususnya di Kota Ambon. Kritik tersebut disampaikan oleh Rifki Sabil Tiakoly, mahasiswa asal Pulau Manipa, yang meminta aparat penegak hukum menunjukkan langkah yang lebih tegas, transparan, dan profesional dalam menangani perkara tersebut.
Menurut Rifki, hingga saat ini masyarakat masih menunggu perkembangan hukum yang jelas terkait kasus yang telah menjadi perhatian publik itu. Ia menilai lambannya proses penanganan perkara berpotensi menimbulkan keresahan serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.
“Ketika sebuah kasus kekerasan telah menjadi perhatian masyarakat tetapi proses penanganannya belum menunjukkan perkembangan yang jelas, tentu publik akan mempertanyakan sejauh mana keseriusan aparat dalam menegakkan hukum,” kata Rifki Sabil Tiakoly, Senin (18/5/2026).
Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian, khususnya Polda Maluku, perlu memberikan kepastian hukum secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kasus kekerasan yang terjadi di Maluku, termasuk di Ambon dan sejumlah daerah lainnya, belakangan semakin menjadi perhatian publik sehingga membutuhkan respons cepat dan terukur dari aparat keamanan.
Rifki menilai penegakan hukum tidak boleh berjalan lamban, terutama dalam perkara yang menyangkut keselamatan serta rasa keadilan masyarakat. Ia mengatakan ketegasan aparat menjadi hal penting untuk memastikan kepercayaan publik terhadap proses hukum tetap terjaga.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan tidak boleh menimbulkan kesan adanya pembiaran. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap tindakan kekerasan diproses secara adil dan transparan,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa asal Manipa, Rifki mengaku prihatin terhadap maraknya tindak kriminal dan kekerasan yang masih terjadi di Maluku. Ia berharap aparat keamanan dapat memperkuat pengawasan serta memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara serius.
Ia juga meminta Kapolda Maluku turut mengawasi langsung jalannya penanganan kasus agar proses hukum berjalan terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang diharapkan masyarakat hari ini bukan hanya proses, tetapi juga kepastian hukum yang jelas terhadap kasus ini,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan terbaru penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap Abdullah Mahu.


