UPDATENEWS.CO.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten, Kombes Pol (Purn.) Dr. H. Agus Rasyid, S.H., M.H., menegaskan bahwa prestasi atlet tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang terarah, latihan berkelanjutan, serta pengalaman bertanding dalam kompetisi berjenjang.
Hal tersebut disampaikan Agus Rasyid dalam rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 Tahun 2026 yang berlangsung di lingkungan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Rasyid juga menyerahkan medali dan penghargaan kepada para atlet junior yang berhasil meraih prestasi. Penyerahan penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet muda sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Agus, terdapat dua aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembinaan atlet, yakni latihan yang konsisten dengan dukungan pelatih berkualitas serta kesempatan bertanding yang memadai.
Ia menilai, latihan berkelanjutan yang didampingi pelatih kompeten menjadi fondasi utama bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan teknis, strategi, dan mental bertanding. Proses tersebut perlu dijalankan secara terencana agar perkembangan atlet dapat terukur.
Selain latihan, keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan juga menjadi bagian penting dari pembinaan. Melalui kompetisi, atlet dapat menguji kemampuan, menambah pengalaman, serta mengevaluasi hasil latihan ketika menghadapi lawan dengan karakter dan strategi yang berbeda.
“Prestasi tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan latihan yang kontinu, pelatih yang berkualitas, dan kesempatan bertanding yang cukup agar atlet dapat terus berkembang,” demikian inti pesan pembinaan yang disampaikan Agus Rasyid.
Ia berharap penyelenggaraan Kejurnas Catur dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial. Kompetisi nasional seperti ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem olahraga catur sekaligus membuka peluang bagi lahirnya pecatur berprestasi.
Selain memberikan dampak terhadap perkembangan olahraga, penyelenggaraan Kejurnas Catur dan Rakernas Percasi di Banten juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah. Kehadiran peserta, ofisial, pengurus, dan pendamping dari berbagai provinsi dapat memberikan dampak bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 berlangsung pada 23–29 Oktober 2026, dengan melibatkan sekitar 963 hingga 1.000 peserta dari 32 provinsi di Indonesia. Rangkaian kegiatan ini turut disertai Rakernas Percasi ke-46 sebagai forum koordinasi organisasi dalam mendukung perkembangan olahraga catur nasional.
Ketua KONI Banten berharap sinergi dengan Pengurus Provinsi Percasi Banten dan seluruh pemangku kepentingan olahraga dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun pembinaan yang profesional, berjenjang, dan berkelanjutan sehingga mampu melahirkan atlet catur berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah dan Indonesia.
Melalui semangat “Catur Membangun Karakter, Mengukir Prestasi untuk Negeri”, Kejurnas Catur 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter, sportivitas, dan kualitas pembinaan atlet di Indonesia.


