SERANG – Aksi kecam pernyataan Presiden Prancis, di Kota Serang Banten, di warnai injak-injak foto Emmanuel Macron. Mereka membawa beberapa poster foto presiden Prancis itu, kemudian di injak secara bersamaan, Kamis (5/11/2020).
Selain membawa poster foto Presiden Prancis, mereka juga membawa sebuah boneka yang di gantungkan pada bambu, kemudian di pasang foto Presiden Macron. Aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan mereka yang dinilai telah menghina Nabi Muhammad SAW.
“Kita injak dia kalo dia sudah menghina Nabi kita,” teriak salah satu massa aksi.
Massa aksi yang di dominasi oleh santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di Banten itu menuntut agar Presiden Prancis meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia.
“Kami menuntut dia harus minta maaf kepada kami (umat Islam) karena dia sudah menyakiti jutaan hati umat Islam di seluruh dunia,” katanya.
Apabila tuntutannya itu tidak dipenuhi, pihaknya akan mengancam terus melakukan unjuk rasa dan memboikot produk Prancis yang berada di Indonesia.
“Apabila dia tidak mau minta maaf, kita akan terus melakukan aksi, dan boikot produk-produk mereka,” tuturnya.
Sebelumnya, Ribuan massa yang berasal dari berbagai pondok pesantren dan tergabung dalam Forum Umat Islam Banten (FUIB) gelar unjuk rasa di depan Alun-alun Barat Kota Serang. Unjuk rasa yang digelar itu, buntut dari kekecewaan mereka terhadap Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina agama Islam.
Pantauan di lokasi, sebelum melakukan aksi, mereka melakukan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Agung At-Tsauroh dan kemudian melakukan longmarch menuju Alun-alun Barat Kota Serang. (Nahrul/red)



