PANDEGLANG – Pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB, udara dingin masih menyelimuti Kabupaten Pandeglang, Asari Nurizky (20), mulai menggeber motor meticnya dari Pandeglang Kota menuju tempat pemotongan ayam yang hanya berjarak 2,9 Kilometer ke arah Selatan Kabupaten Pandeglang.
Disana, Asari mengambil pesanan ayam potong untuk diantarkan ke konsumen. Setelah dibungkus rapih, motor meticnya kembali menembus jalanan Kota Pandeglang menuju ke rumah – rumah konsumen untuk mengantarkan pesanan ayam.
Baru tujuh bulan Asari menjual ayam potong di Kabupaten Pandeglang. Bermodal keahlian di dunia digital marketing, perempuan ini menjual ayam potong melalui jejaring sosial media.
Dia memanfaatkan seluruh platfrom sosial media untuk menyasar konsumen lebih luas. Selain itu, Asari juga mengembangkan usahanya itu dengan memberi merk dagang bernama HAYAMATAH.
Untuk memenuhi kebutuhan pesanan konsumen, Dia bekerjasama dengan pemilik tempat pemotongan ayam yang berlokasi di Cipacung, Pandeglang. Bila pesanan masuk Asari langsung menghubungi pemilik tempat pemotongan, untuk menyiapkan pesanan. Esok harinya Asari akan mengambil pesanannya dan langsung mengantarkan pesanan itu ke tempat konsumen.
Bagi Asari, ini merupakan langkah awal dalam memulai bisnisnya di dunia UMKM dan digital marketing, ditengah gempuran Pandemi Covid -19. (Aldo)



