Serang — Polda Banten melaporkan perkembangan terkini situasi banjir yang melanda Desa Citasuk, Kampung Suka Maju, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Kamis malam (19/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan pemantauan di lapangan, debit air yang sebelumnya merendam permukiman warga kini berangsur menurun.
Pelaksana Harian (Plh) Kabidhumas Polda Banten AKBP Meryadi menjelaskan, sebelumnya ketinggian air sempat mencapai sekitar 70 sentimeter. Namun saat ini kondisi mulai berangsur surut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena potensi peningkatan debit air masih dapat terjadi jika curah hujan tinggi kembali turun di wilayah tersebut.
“Sebelumnya ketinggian air mencapai kurang lebih 70 sentimeter. Saat ini debit air berangsur menurun, namun masyarakat tetap kami imbau untuk waspada apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Meryadi.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini terdapat sekitar ±40 warga yang mengungsi akibat banjir. Para pengungsi ditempatkan di SD Negeri Desa Sukamaju, dengan prioritas pengungsian diberikan kepada lansia, ibu hamil, dan balita.
Sebagai bentuk kehadiran negara dalam penanganan bencana, Polda Banten menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji dan Makanan Tambahan Polri, serta mengerahkan personel ke lokasi terdampak. Untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan situasi tetap kondusif, Polda Banten menyiagakan personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Bidokkes.
“Personel kami diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga, pengamanan lokasi, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi,” jelas Meryadi.
Sementara itu, perwakilan RW Desa Citasuk mengungkapkan bahwa masyarakat terdampak masih membutuhkan sejumlah bantuan tambahan, khususnya perlengkapan bayi seperti minyak telon dan popok, kebutuhan bahan pokok, serta pasokan air bersih.
“Atas nama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, kami menegaskan bahwa Polri hadir untuk masyarakat. Semoga bantuan personel dan makanan tambahan yang kami salurkan dapat meringankan beban para korban banjir,” tutup Meryadi. *



