SERANG, – Artikel kali ini akan mengulas ciri-ciri balita stunting dan cara mengatasinya serta mengenal program Poster Cetting Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten.
Pasalnya, tidak semua orang bisa mengetahui apakah balitanya mengalami stunting atau tidak khususnya pada saat baru lahir.
Maka dari itu, orang tua harus mengetahui ciri-ciri stunting pada balita baru lahir agar bisa segera ditangani.
Sebab, jika stunting pada balita belum tertangani, bisa menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan otak akan terganggu.
Stunting pada balita yang baru lahir paling mudah dikenali dari ukuran fisiknya. Balita yang terlahir dengan bobot terlalu kecil bisa jadi mengalami stunting.
Kondisi balita tersebut biasanya terjadi karena asupan nutrisi ibu saat hamil tidak terpenuhi dengan baik. Hal ini menyebabkan janin tidak bisa berkembang.
Selain lahir dengan kondisi fisik yang terlalu kecil, berikut beberapa ciri lain dari stunting balita yang perlu Ibu ketahui:
1. Pertumbuhan terhambat
2. Bertubuh pendek
3. Sering sakit
4. Menurunnya kemampuan kognitif
5. Tidak memiliki respon yang baik jika diajak berkomunikasi
Jika balita Ibu menunjukkan gejala dan ciri seperti di atas, ada baiknya segera lakukan konsultasi kepada dokter.
Cara Mengatasi Stunting Pada Balita:
Stunting pada balita memang bisa membuat pertumbuhannya menjadi terhambat. Akan tetapi, kondisi ini bisa diatasi dengan melakukan berbagai tindakan medis dan terapi sehingga Ibu tidak perlu terlalu khawatir.
Bahkan pemerintah Indonesia termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten telah memiliki program yang dikhususkan untuk menanggulangi permasalahan stunting.
Balita yang mengalami stunting bisa diatasi dengan beberapa tindakan. Beberapa di antaranya seperti berikut ini :
1. Melakukan stimulasi dini perkembangan pada bayi, khususnya jika panjang badan lahir dan stunting sudah terdeteksi.
2. Memberikan makanan tambahan yang mengandung tinggi nutrisi sehingga pertumbuhan dan perkembangan balita bisa lebih maksimal.
3. Rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan balita.
4. Memberikan perawatan dan pelayanan kesehatan yang optimal.
Selain risiko stunting balita, ancaman gangguan pertumbuhan ini juga bisa mengancam balita dan juga anak-anak. Untuk mengatasinya, sejak lahir bayi harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
Kondisi ini bisa ibu lihat dari pertumbuhan tinggi badan stunting yang tidak maksimal atau berbeda dengan balita pada usianya.
Itulah gambaran mengenai stunting balita yang perlu ibu tahu. Stunting atau gangguan perkembangan balita masih menjadi salah satu momok yang ditakuti oleh orang tua.
Untuk diketahui stunting juga menjadi perhatian utama dari pemerintah termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.
Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten meluncurkan program Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting Banten atau Poster Cetting Banten.
Program Poster Cetting ini diluncurkan dalam upaya penurunan angka stunting di Provinsi Banten. Program Poster Cetting merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinkes Provinsi Banten dalam penanggulangan stunting dari berbagai pihak dalam satu wadah agar lebih terintegrasi.
Dalam Poster Cetting terdapat 10 langkah, yaitu, satu, menganalisis berbagai masalah dalam penanganan stunting di Banten sengan metode SWOT (strenght, weeknes, oportunities and threats).
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten telah menggelar Pelatihan Program Terintegrasi Belanja Cetting pada Poster Cetting beberapa waktu lalu.
Kegiatan itu bertujuan untuk implementasi dan role model pilot project poster cetting di Puskesmas Kunciran Kota Tangerang dan Puskesmas Kasemen Kota Serang tersebut. (ADV)



