SERANG – Siapa sangka, di pesisir utara Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten terdapat pulau Cangkir, pulau kecil seluas 4,5 hektar itu dikenal sebagai destinasi wisata religi yang memiliki keindahan alami.
Pulau Cangkir menarik pengunjung dari beragam daerah di Indonesia untuk menikmati wisata alam hingga religi. Maka tak heran, pulau ini kerap dikunjungi oleh para wisatawan atau peziarah baik dari Banten maupun luar Banten.
Pulau Cangkir sendiri terletak di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Di tempat inilah para wisatawan juga melakukan perjalanan spiritual serta refleksi diri mereka.
Sebab, di lokasi Pulau Cangkir terdapat objek wisata ziarah lantaran terdapat makam Pangerang Jaga Lautan yang memiliki nama asli Syekh Waliyuddin.
Konon sosok Syekh Waliyuddin tersebut merupakan ulama besar yang berasal dari Banten. Beliau dipercaya sebagai putra dari Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan cucu Sunan Gunung Jati.
Menurut Mitos, Pangerang Jaga Lautan itu ditugaskan oleh ayahnya untuk menyebarkan agama Islam di wilayah pesisir Kronjo, antara Banten Tirtayasa, Kronjo, Mauk, Ciasadane serta Jayakarta atau kini Jakarta yang pada masa itu disebut jalur perdagangan strategis.
Sebab itulah, masyarakat setempat serta peziarah mempercayai bahwa makam ini memiliki kekuatan spiritual. Kemudian, tidak jauh dari lokasi makam tersebut terdapat dua sumur yang dikenal memiliki air jernih yang berkhasiat. Masyarakat setempat mempercayai air dari sumur tersebut mempunyai kekuatan magis yang dapat menarik wisatawan.
Selain itu, di pulau ini juga memiliki keindahan hutan mangrove di sepanjang jalur pulau yang membuat semakin indah.
Menariknya, saat berkunjung ke pulau ini pula para wisatawan juga bisa menikmati makanan khas daerah yang disajikan. Tak heran, wisatawan banyak yang berburu ikan segar yang ditangkap oleh nelayan setempat.
• Dispar Banten terus promosikan dan kembangkan Pulau Cangkir sebagai destinasi wisata religi
Dalam rangka mendukung pengembangan Pulau Cangkir sebagai destinasi wisata religi, Dinas Pariwisata Provinsi Banten terus mendorong promosi dan pembenahan kawasan tersebut.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Banten Linda Rohyati Fatimah, menyatakan bahwa Pulau Cangkir memiliki potensi besar sebagai wisata religi unggulan yang berbasis budaya lokal.
“Pulau Cangkir merupakan aset penting pariwisata religi di Banten. Kami mendukung penuh segala upaya masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan kawasan ini secara berkelanjutan,” ujar Linda dalam keterangan tertulisnya, Kamis 31 Juli 2025..
Dispar Banten berkomitmen akan terus menjaga serta mengembangkan potensi-potensi pariwisata di tanah jawara agar dilirik wisatawan lokal, nasional hingga dunia. (ADV)



