PANDEGLANG, – Guna memberikan pelayanan optimal, serta dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika ke-77, Kantor Imigrasi kelas 1 non TPI Serang melaksanakan layanan Paspor Masuk Desa di Majlis Dzikir Al-Faruq, Maja, Pandeglang Kamis 4 Agustus 2022.
Kepala Divisi Keimigrasian Banten Ujo Sutojo saat memberikan keterangan pers menyampaikan, bahwa kegiatan hari ini merupakan kerjasama Kantor Imigrasi kelas 1 non TPI Serang dengan majelis dzikir Al-Faruq yang dipimpin oleh KH Syaeful Anwar.
“Paspor masuk desa merupakan program dalam rangka hari ulang tahun Kementerian Hukum dan HAM yang ke-77 pelayanan di sini banyak warga yang akan melaksanakan ibadah umroh dari majelis dzikir Al Faruq,” tuturnya.
“Alhamdulillah kita bisa layani dan berkat bantuan pak haji semuanya bisa berjalan dengan lancar ini dalam rangka melaksanakan amanat pelayanan publik yaitu masyarakat harus dilayani secara prima, sebaik mungkin kami melakukan program jemput bola melayani ditempat dimana masyarakat berada,” sambungnya.
Lebih lanjut Ujo menjelaskan, bahwa program Paspor Masuk Desa ini ditargetkan sebanyak-banyaknya di 77 tempat di Indonesia. Jumlah tersebut sesuai dengan hari jadi yang ke-77.
“Jadi di seluruh Indonesia ada 77 tempat, di Banten ini kita ada dua tempat di Serang dan di Cilegon. di Serang juga sudah tiga kali melakukan kegiatan Paspor Masuk Desa, begitupun di Cilegon masih terus berjalan batasnya kami diberikan sampai tanggal 12 Agustus 2022,” jelasnya.
Ujo menambahkan, melalui program Paspor Masuk Desa ini, Kantor Imigrasi kelas 1 non TPI Serang memiliki tujuan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentan pentingnya memiliki paspor.
“Melalui program ini kita lebih gencar lakukan sosialisasi mengenai paspor, syarat-syaratnya apa saja, kegunaan paspor itu apa saja, fungsinya apa saja, ” tuturnya.
“Selain untuk umroh juga kami kemarin berikan sosialisasi di kalangan pengusaha di daerah-daerah di tempat-tempat menengah ke atas, bagaimana dalam berbisnis juga bisa membantu pengusaha saat,” tambahnya.
Ujo berharap melalui Paspor Masuk Desa ini dapat membuat kepercayaan masyarakat kepada Kemenkumham lebih baik serta Kemenkumham dapat memberikan pelayanan lebih baik lagi.
“Harapan kami, dengan program ini dapat membuat kepercayaan masyarakat kepada Kemenkumham lebih bagus, dengan program ini kita mensosialisasikan apa sih itu paspor, untuk apa fungsinya, jadi masyarakat lebih tahu tentang perjalanan lintas negara,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Pimpinan Majelis Dzikir Al-Faruq KH Syaeful Anwar mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung program Paspor Masuk Desa yang dilaksanakan oleh Kemenkumham Banten.
“Tentu kami sangat puas dengan terobosan program ini, program ini memudahkan masyarakat dalam membuat paspor. Hari ini ada 70 orang yang membuat paspor,” pungkasnya. ***



