Serang- Ratusan Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten menggelar aksi unjuk rasa didepan Gedung Rektorat kampus UIN SMH Banten, Rabu 3 Februari 2021
Dalam aksinya mereka menuntut penurunan uang kuliah tunggal (UKT) bagi seluruh mahasiswa tanpa syarat.
Diketahui, Kebijakan Rektorat tertuang dalam Surat Keputusan nomor 154 tahun 2021 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Keputusan itu menghasilkan menurunkan UKT bagi mahasiswa terdampak pandemi sebesar 15 Persen.
“Kebijakan ini masih terlalu memberatkan mahasiswa ditengah perekonomian yang mencekik saat pandemi covid 19,” katanya.
Dikatakan Zamsani, bahwa SK yang dikeluarkan oleh rektor adalah keputusan sepihak tanpa adanya pendapat dari mahasiswa sendiri dan tergolong masih memberatkan mahasiswa.
Untuk itu Jelas dia, Mahasisw menuntut untuk mencabut SK Rektor nomor 154 tahun 2021 serta menggratiskan UKT sebesar 50 persen atau penurunan grade satu tingkat.
” Dikarnakan sudah ada Sk Rektor yang tidak sesuai dengan keinginan mahasiswa maka tuntutan kita termasuk itu cabut SK Rektor, lalu gratis kan UKT sebesar 50 persen atau turunkan grade satu tingkat tanpa ada syarat apapun, sudah ini harga mati tak bisa ditawar lagi” Ungkapnya.
Selain itu, kata dia, Mahasiswa juga menuntut untuk memberikan subsidi kuota agar selama kegiatan perkuliahan daring ini berjalan serta agar tidak memberatkan orang tua.
“Nah kan yang beli kuota kita juga yang harus beli setiap minggunya, ini harus menyeluruh dan semua mahasiswa mendapatkannya jangan kek tahun kemarin ada subsidi kuota namun kuantitasnya tidak banyak, masih banyak yang tidak mendapatkannya,” terangnya.
Disisi lain sebagai bentuk perlawanan mahasiswa pun melakukan aksi mogok makan sampai pihak Rektorat mengkabulkan tuntutannya.
“Iyah, ini adalah bentuk perlawanan kita bahwa keringanan UKT ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa, kita akan berhenti aksi mogok makan ini sampai pihak Rektorat sadar dan mengkabulkan tuntutan kita” Tutupnya (jen)



