LEBAK, – Kabupaten Lebak kini memiliki hotel bintang 4 pertama yang digadang-gadang menjadi wajah baru industri pariwisata dan bisnis daerah.
Grand Keisha Rangkasbitung resmi dibuka dan diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat citra Rangkasbitung sebagai kota berkembang di Banten.
Kehadiran hotel ini tidak hanya menjadi tambahan fasilitas akomodasi modern, tetapi juga dianggap sebagai sinyal meningkatnya geliat investasi sektor hospitality di wilayah selatan Banten.
Berlokasi di pusat Kota Rangkasbitung, Grand Keisha hadir dengan konsep modern elegan yang menyasar kebutuhan wisatawan, pelaku bisnis, hingga kegiatan pemerintahan dan event berskala besar.
Owner Grand Keisha Rangkasbitung, Andy Arslan Djunaid, mengatakan pembangunan hotel tersebut dilatarbelakangi potensi pertumbuhan Rangkasbitung yang dinilai semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, Kabupaten Lebak membutuhkan fasilitas penginapan representatif yang mampu menunjang aktivitas bisnis, pariwisata, hingga berbagai agenda skala regional maupun nasional.
“Rangkasbitung memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Karena itu kami ingin menghadirkan hotel yang tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga mampu mendukung perkembangan kota dan menjadi kebanggaan masyarakat Lebak,” ujar Andy.
Grand opening hotel tersebut juga bertepatan dengan hari ulang tahun Keisha Andyta Dzikra Djunaid, putri pemilik hotel yang menjadi inspirasi nama “Grand Keisha”.
Momentum itu sekaligus menandai ekspansi jaringan bisnis hospitality keluarga tersebut setelah sebelumnya sukses menghadirkan Grand Keisha di Yogyakarta.
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyambut positif kehadiran hotel bintang 4 pertama di daerahnya itu. Ia menilai, hadirnya Grand Keisha menjadi simbol kemajuan daerah sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor jasa dan pariwisata di Lebak.
“Kehadiran Grand Keisha menjadi awal perkembangan hospitality modern di Kabupaten Lebak. Ini menunjukkan bahwa Lebak terus berkembang dan siap menjadi daerah yang lebih maju dan kompetitif,” kata Hasbi.
Hotel ini memiliki 95 kamar dengan berbagai tipe, mulai dari Deluxe hingga Executive Suite. Selain itu tersedia ballroom berkapasitas lebih dari 1.500 orang serta delapan ruang pertemuan yang disiapkan untuk kebutuhan meeting, konferensi, pernikahan, hingga gathering perusahaan.
Fasilitas pendukung lainnya seperti kolam renang, restoran, gym, lounge, musholla, dan ruang laktasi juga melengkapi layanan hotel tersebut.
Lokasinya yang dekat dengan Stasiun Rangkasbitung, akses jalan tol, pusat pemerintahan, hingga destinasi wisata Banten Selatan dinilai menjadi nilai tambah tersendiri.
Dengan hadirnya Grand Keisha Rangkasbitung, Kabupaten Lebak kini mulai dilirik sebagai salah satu kawasan potensial untuk pengembangan wisata, bisnis, dan event di Provinsi Banten. (RED)


