SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menerima audiensi pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini disebut sebagai upaya memperkuat kerukunan umat beragama serta pembinaan umat Hindu di Banten.
Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan agar pembinaan umat berjalan berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial.
“Kolaborasi dan koordinasi menjadi kunci keberhasilan pembinaan umat, termasuk melalui program-program keagamaan yang dijalankan LPDG,” ujar Andra Soni.
LPDG diketahui memiliki peran strategis dalam pengkajian kitab suci Weda serta pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) yang rutin digelar di tingkat daerah hingga nasional. Pemerintah Provinsi Banten menyatakan akan terus membuka ruang koordinasi agar kegiatan tersebut mendapat dukungan yang memadai.
Meski demikian, audiensi ini juga memunculkan harapan publik agar komitmen yang disampaikan tidak berhenti pada pertemuan formal. Dukungan nyata berupa kebijakan, fasilitasi, dan keberpihakan anggaran dinilai menjadi indikator penting keberhasilan pembinaan umat, khususnya bagi komunitas minoritas.
Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi Banten Ida Bagus Alit Wiratmaja menyampaikan apresiasi terhadap program pembangunan infrastruktur Pemprov Banten, salah satunya Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan program pembangunan yang telah berjalan,” katanya.
Di sisi lain, Ketua LPDG Provinsi Banten Gusti Made Subanie melaporkan capaian prestasi lembaganya yang berhasil masuk 10 besar UDG tingkat nasional. Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan UDG tingkat Provinsi Banten pada 2026 serta partisipasi kontingen Banten pada ajang nasional 2027 di Palu, Sulawesi Tengah.
“Kami juga menyampaikan program kerja 2026 dan 2027 sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.
Audiensi ini menjadi sorotan publik di tengah harapan agar penguatan kerukunan umat beragama di Banten tidak hanya diwujudkan melalui dialog, tetapi juga melalui langkah konkret yang terukur. Masyarakat kini menunggu sejauh mana hasil pertemuan ini akan diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata yang menyentuh kebutuhan umat secara adil dan berkelanjutan.



