SERANG – Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten/Kota se-Banten menggelar audiensi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Provinsi Banten di ruang rapat Disperindagkop Banten, Curug, KP3B, Kota Serang, Selasa 5 Januari 2021.
Dalam audiensi tersebut mereka meminta pemerintah memberikan subsidi harga kedelai untuk pembelian kedelai bahan baku tempe. Sebab, dinilai kenaikan harga kedelai dalam tiga bulan terakhir ini berdampak luas hingga banyak perajin tempe gulung tikar.
“Kita audiensi ini mohon dijembatani ke pemerintah pusat, semoga bisa membantu. Dan kita juga memohon agar bisa disediakan bahan baku subsidi,” ucap ketua Kopti Serang, Redi Kurniady kepada Updatenews.co.id.
Sejak terjadi kenaikan harga kedelai, dikatakan Redi, para pengrajin tempe di Wilayah Banten terpaksa berhenti produksi selama tiga hari terakhir sejak 30 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Namun saat ini produksi tempe mulai berjalan kembali meskipun harga dipasaran belum stabil.
“Kita menyiasati harga dipasar, sudah tiga hari stop produksi, kita sosialisasi kepada pedagang mau ada kenaikan produk,” katanya.
Adapun rencana kenaikan harga tempe dikisaran seratus rupiah perbiji sesuai dengan kondisi pasar.
“Kita tidak bisa mengurangi takaran. Ngga bisa karena pecah nanti. Maka kita siasatinya harga kita naikan cuma kualitas juga kita bagusin,” Ungkap Redi.
Sementara itu, Kadisperindagkop Banten, Babar Suharso, mengaku, pihaknya akan meneruskan permintaan para pengrajin tempe di Banten ke pemerintah pusat guna mendapatkan subsidi harga.
“Kami akan ke pemerintah pusat untuk memohon Kebijakan bagaimana supaya harga ini ada kepastian,” kata Babar.
Babar menjelaskan, para pengrajin tempe mengalami fase sulit kalau berhenti produksi akan berimbas pada pengurangan pekerja hingga terjadi PHK besar-besaran.
Oleh sebab itu, pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memberikan subsidi.
“Pengusualnya subisidi harga, apakah nanti bentuknya program seperti apa?, minimal jangka pendek ini ada solusi jangan sampai berhenti produksi,” pungkasnya, (jen/red)
Harga Naik, Kopti Minta Pemerintah Subsidi Harga Kedelai



