PANDEGLANG, – Beberapa hari yang lalu Warga Desa Langensari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang dihebohkan dengan adanya anak kerbau milik warga setempat mati, paska setelah adanya kegiatan suntik vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) oleh Bupati Pandeglang di wilayah tersebut.
Namun menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Pandeglang Wahyu Widayanti menjelaskan, bahwa terkait matinya anak kerbau tersebut bukan pengaruh atau efek dari induknya yang sudah di vaksin ataupun terjangkit virus PMK.
“Induknya juga gak di vaksin itu, jadi yang kemarin divaksin di Langensari itu hanya 8 ekor, itu juga yang simbolis aja,” ungkapnya saat dikonfirmasi Selasa, (05/07/2022).
Wahyu juga menjelaskan bahwa matinya se ekor anak kerbau tersebut bukan dari lokasi yang beberapa waktu lalu adanya vaksin simbolis.
Melainkan adanya seorang ibu-ibu yang meminta tolong untuk dicek kerbaunya yang sedang sakit.
“Jadi ada ibu-ibu di tengah sawah pas simbolis itu minta tolong periksa kebonya di sawah, sakit katanya. Kita kesana, jadi kita gak suntik vitamin sama vaksin dong karena ia katanya sakit, tapi induknya ma kita kasi vitamin sama antibiotik supaya nafsu makan,” jelasnya.
“Kenapa anaknya gak disuntik vitamin. Karena, baru umur 1 hari kan belum boleh kalo dibawah 1 bulan,” tambahnya. (Red)



