Pandeglang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 747 rumah dan 2.988 jiwa terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang. Bencana tersebut dipicu oleh curah hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi selama tiga hari tiga malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBDPK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Rabu, 17 Desember 2025, dengan wilayah terdampak awal berada di Desa Idaman, Kecamatan Patia.
“Di Desa Idaman tercatat sebanyak 422 kepala keluarga terdampak banjir,” ujar Lilis, Kamis (18/12/2025).
Ratusan rumah tersebut tersebar di empat kampung, yakni Kampung Tajur sebanyak 160 rumah, Kampung Karang Tengah 165 rumah, Kampung Sindang Rahayu 87 rumah, dan Kampung Tongkol 10 rumah. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cilemer setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Setelah merendam Desa Idaman, banjir kemudian meluas ke Kampung Pasawahan, Desa Carita, serta Kampung Kebon Kelapa, Desa Banjarmasin, Kecamatan Carita, yang disebabkan oleh luapan Sungai Cibeureum. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, merendam rumah warga dan fasilitas lingkungan.
Selain itu, banjir juga melanda Kampung Cigondang, Desa Cigondang, Desa Teluk, Desa Karanganyar, serta Desa Labuan, Kecamatan Labuan, akibat luapan Sungai Cipunten Agung dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
“Berdasarkan hasil asesmen tim BPBDPK hingga Kamis, 18 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, kondisi banjir di beberapa titik sudah mulai berangsur surut. Namun, muka air berpotensi kembali naik seiring masih tingginya curah hujan di wilayah Pandeglang dan daerah hulu sungai,” jelas Lilis.
Dalam penanganan bencana, BPBDPK Pandeglang telah melakukan asesmen lapangan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Tim gabungan juga masih siaga di lokasi, mengingat kondisi cuaca yang masih diguyur hujan.
“Kami juga telah menyiagakan perahu karet untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Provinsi Banten atas bantuan hibah dua unit senso untuk mendukung operasional BPBD Kabupaten Pandeglang,” tutupnya. *



