SERANG, – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menyebut, sebelum pandemi corona, pada usia ke-20 ini Banten telah menunjukan berbagai pencapaian, kondisi kinerja makro provinsi banten masih sangat baik se-Pulau Jawa.
“Provinsi Banten merupakan provinsi terbaik dilihat dari capaian indikator makro. Indek pembangunan manusia (IPM) Bantrn pada tahun 2019 mencapai 72,44 Naik dari 71,95 di tahun 2018, sehingga menjadikan Banten sebagai daerah berkategoru IPM tinggi lrbih tinggi dibandingkan IPM Nasional 71,92 persen,” katanya saat berpidato pada Rapat Paripurna Isitmewa Hut Banten di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banten, Minggu (4/10/2020) kemarin.
“PRDB Banten pada 2019 telah mencapai Rp664,96 Triliun, terus tumbuh pada 2018 5,53 persen, diatas capaian nasional 5,02 persen,”paparnya.
Hal itu, menurut dia, ditopang oleh stabilitas inflasi yang terjaga pada level 3,30 persen. Bagi dia, tingkat pengangguran terbuma 2018 telah ditekan pada angka 8,11 perseb lebih rendah dibandingkan 2018 yang mencapai 8,52 persen
Tak hanya itu, ujar dia, tingkat kemiskinan telah turun pada level 9,94 persen dari 5,09 persen lebih rendah dibandingkan presentasi kemiskinan nasional yang mencapai 9,22 persen.
“Ini sejalan dengan penurunan ketimpangan banten yang diukur dari gini ratio yang mencapai 0,361 jauh lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 0,380.” Ungkap Andika.
Dilain hal, lanjut dia, pada sisi tata kelola pemerintahan provinsi Banten terus melaksanakan reformasi birokrasi khusunya upaya peningkatakan disiplin pegawai, monitoring dan evaluasi rutin pelaksanaan program kegiatan di masing-masing program kegiatan di masing-masing perangkat daerah
“Patut disyukuri Banten kembali meraih predikat opini WTP (wajar tanpa pengecualian,red) yang keempat kalinya secara berturut-turu,” ujarnya.
Terkait pengelolaan aset yang selama ini menjadi catatan BPK, Anak pertama mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu menegaskan dari 1022 bidang tanah yang dimiliki pemprov banten sampai dengan bulan september 2020 telah tersertifikati sebanyak 350 bidang dari 132 bidang di tahun 2019.
“Nah nilai aset pemprov Banten berdasarkan hasil audit BPK Tahun 2019 sebesar Rp22,18 Triliyun dibandingkan nilai tahun 2018 sebesar Rp20,63 Triliun atau bertambah sebesar Rp,1,55 Triliun,” terangnya.
Terkait target pendapatan ditengah pandemi covid-19, sambung dia, sampai dengan semester I 2020 pemprov banten mampu merealisasikan 51, 88 persen dari target Rp10,7 Triliun yang ditetapkan, sehingga mampu menjadi provinsi yang terbaik ke enam dalam merealisasikan target pendapatan.
Sementara itu, masih dia, perencanaan pembangunan daerah telah menjadi salah sati dari 10 provinsi terbaik di Indonesia.
“Yang tak kalah membanggakan Banten kembali memperoleh apresiasi predikat terbaik dari KPK atas komitmen dalam pemberantasan korupsi,” kata Andika.
Pada pembangunan Infrastrutkur, dikatakan Andika, meski harus melakukan langkah recofusinh anggaran dan menyelamatkan Bank Banten, pemprov tetap fokus untuk menuntaskan target kinerja yang telag ditetapkan dalam RPJMD 2017-2022.
“Salah satu dengan memanfaatkan pembiayaan murah sebesar Rp 4,9 Triliun dalam skema pembiayaan infrastruktur PEN (pemulihan ekonomi nasional),” jelasnya.
Disisi lain, Orang nomor dua di Banten ini komitmen akan menuntaskan sisa 14 Kilometer jalan dan jembatan yang belum mantap, pembangunan jalan dan jembatan yang rusam akibat bencana bannir di Banten Selatan serta membangun jalan yang belum sesuai Spesifikasi.
Teknis jalan provinsi, kata dia, membangun tiga rua jalan strategis baru seoanjang 15 Kilometer, menuntaskan pembangunan sport centre, menuntaskan penataan kawasan banten lama, peziarahan caringin dan Cikadueun, serta menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni dari 13 Proyek Strategis Nasional senilai Rp652 35 Triliun yang dibangun berdasarkan praturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018
“Jalan tol Serang panimbang pali g lambat tahun 2021 akan beroprasi, demikian juga waduk sindangheula dan Waduk Karian sehingga dipastima akan memberika miltiplier efect bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat seperti parawisata, pertanian, dan Industri,” ungkapnya.
Lebib lanjut Andika mengungkapkan pada Infrastruktur pendidika akan dilanjutkan pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang berkualitas dan Inkusif.
“Kita juga akan terus melakukan penggratisan biaya pendidikan mengenah atas,” tuturnya.
Pada Infrastruktur Kesehatan, sambungnya, akan dibangun RSUD Banten menjadi rumah sakit rujukan regional dan rumah sakit pendidikan yang dilengkapi dengna gedung delapan lantai.
“Kita juga terus melengkapi kelengkapan RSUD Malimping, membangun Rumah Sakit baru di Cilograng dan menuntaskan pembangunan rumah sakit jiwa serta penanggulanagan ketergantungan obat berikut melengkapi kebutuhan laboratorium kesehatan daerah,” tandas Andika. (Jen/red)
Hut Banten ke-20, Wagub Andika Pamerkan Capaian Pembangunan Banten



