Pandeglang – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-152 Kabupaten Pandeglang menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang, Moh Ilham, dalam keterangannya, Selasa (31/04/2026).
Menurut Ilham, persatuan merupakan fondasi utama dalam menciptakan stabilitas serta mendorong kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa tanpa kebersamaan, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan efektif dan berkelanjutan. “Persatuan adalah kunci utama. Tanpa adanya rasa kebersamaan, upaya pembangunan tidak akan berjalan maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ilham mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga generasi muda, untuk terus memperkuat kolaborasi. Ia menilai, sinergi yang baik akan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mempercepat pembangunan di berbagai sektor di Pandeglang. “Kami mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi. Lingkungan yang aman dan kondusif akan lahir dari kebersamaan yang kuat,” tambahnya.
Diketahui, Pandeglang dikenal memiliki nilai-nilai sosial dan budaya yang kuat, seperti gotong royong dan solidaritas antarwarga. Nilai-nilai tersebut dinilai harus terus dijaga dan diaktualisasikan agar tetap relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Tak hanya itu, Ilham juga menyoroti pentingnya peran generasi muda, khususnya aktivis mahasiswa, dalam menjaga persatuan. Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki potensi besar dalam membawa semangat baru bagi pembangunan daerah. “Generasi muda, khususnya mahasiswa, harus menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan membawa semangat pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Di momentum HUT ke-152 ini, Ilham pun menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar seluruh masyarakat terus mengamalkan nilai persatuan demi mewujudkan Pandeglang yang lebih maju. “Selamat Hari Jadi ke-152 Pandeglang. Mari kita terus memperkuat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan Pandeglang yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur,” pungkasnya.



