PANDEGLANG, — Kebahagiaan mendalam dirasakan Ati Supiati (35), warga Kampung Kadubanen, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, setelah berhasil melalui proses persalinan anak keduanya yang berlangsung penuh cerita.
Ati melahirkan putra kembar dengan kondisi unik dan jarang terjadi. Pada kelahiran kali ini, kedua bayinya lahir melalui dua metode berbeda: satu dilahirkan secara normal, sementara satunya lagi harus ditangani melalui prosedur operasi Caesar.
Kondisi ini membuat proses persalinannya menjadi perhatian dan pengalaman berharga bagi dirinya serta keluarga.
Meskipun situasinya tidak biasa, Ati mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses persalinan dapat berjalan lancar berkat penanganan intensif dari tim medis RSUD Berkah Pandeglang. Ia menjelaskan bahwa awalnya tidak menyangka proses kelahiran akan berlangsung rumit.
Namun, ketika dokter menyampaikan bahwa salah satu bayi sudah siap dilahirkan normal sementara posisi bayi kedua memerlukan tindakan Caesar, Ati pasrah dan mengikuti arahan medis demi keselamatan dirinya dan buah hati.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan baik. Meski persalinannya berbeda, saya dan bayi-bayi saya sehat. Ini anugerah luar biasa,” ujar Ati saat ditemui setelah masa pemulihan dikediamannya.
Yang membuatnya semakin lega adalah seluruh biaya persalinan, termasuk tindakan operasi, obat-obatan, pemeriksaan, dan perawatan, sepenuhnya ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Ati merupakan peserta JKN dari segmen PBI (Penerima Bantuan Iuran) di mana iurannya dibiayai oleh pemerintah. Melalui skema ini, masyarakat yang kurang mampu tetap dapat memperoleh layanan kesehatan layak tanpa harus memikirkan beban biaya medis.
Ati mengaku, tanpa JKN ia mungkin akan menghadapi kesulitan besar untuk membiayai proses persalinan yang cukup kompleks tersebut. Operasi Caesar ditambah perawatan intensif untuk bayi kembar tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun berkat adanya jaminan ini, ia dapat fokus pada pemulihan dan merawat buah hatinya tanpa kekhawatiran finansial.
“Saya sangat terbantu. Tidak terbayangkan jika harus membayar sendiri. Dengan adanya JKN semuanya terasa ringan. Saya benar-benar bersyukur,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pihak RSUD Berkah Pandeglang juga memastikan bahwa seluruh peserta JKN, termasuk segmen PBI, berhak mendapatkan pelayanan yang sama tanpa perbedaan.
Mereka menegaskan bahwa kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama, terutama dalam kasus kelahiran dengan kondisi khusus seperti yang dialami Ati. Proses persalinan yang menggabungkan metode normal dan operasi Caesar memerlukan ketelitian medis, kordinasi tenaga kesehatan, serta fasilitas yang memadai.
Dalam beberapa tahun terakhir, program JKN PBI telah membantu jutaan masyarakat di Indonesia, khususnya bagi warga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Program ini tidak hanya meringankan biaya, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, proses persalinan aman, pelayanan dokter spesialis, hingga tindakan medis darurat.
Kisah Ati menjadi salah satu bukti nyata bagaimana program jaminan kesehatan tersebut memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Dengan adanya JKN PBI, para ibu hamil di daerah, termasuk yang mengalami persalinan berisiko atau membutuhkan tindakan khusus, kini dapat merasakan layanan kesehatan berkualitas tanpa terbebani biaya tinggi.
Ati berharap program JKN dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia juga mengajak para ibu di daerahnya untuk tidak ragu memanfaatkan layanan ini karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh keluarga yang membutuhkan.
“Semoga semakin banyak warga yang terbantu. Saya sendiri merasakan betul manfaatnya. Terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang membuat program seperti ini ada,” katanya.
Melalui pengalaman yang penuh haru dan syukur ini, Ati kini menikmati momen kebahagiaan bersama bayi kembarnya yang lahir dengan selamat.
Kisahnya menjadi inspirasi bahwa akses kesehatan yang adil dan merata merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap warga, dan kehadiran JKN terus menjadi solusi bagi keluarga di berbagai pelosok Indonesia. (Adv)



