PANDEGLANG, – Mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan gratis telah dirasakan oleh Sarmad (68) dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan program dari BPJS Kesehatan.
Warga Kampung Pamatang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang ini terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) kelas tiga.
Saat ditemui di kediamannya, Sarmad menceritakan pengalamannya melakukan Operasi Hernia Inguinalis di RSUD Berkah Pandeglang menggunakan fasilitas JKN.
Sebelum menjalani operasi, awalnya pria paruh baya ini sering mengalami nyeri pada bagian selangkangannya. Tidak hanya nyeri, ia juga mengalami kesulitan saat hendak Buang Air Besar (BAB) maupun buang air kecil.
Setelah menjalani pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas ditempat tinggalnya Sarmad diberikan penjelasan jika kemungkinan besar dirinya hernia inguinalis yang disebabkan oleh penuaan usia.
Oleh karena itu, dirinya disarankan untuk memastikan penyakitnya itu dengan dirujuk ke RSUD Berkah Pandeglang. Kemudian setelah diperiksa di RSUD Berkah Pandeglang Sarmad dipastikan mengidap penyakit hernia inguinalis atau turun berok dan harus segera dilakukan tindakan operasi.
Setelah mendapatkan persetujuan keluarga, bapak 2 anak ini pun menjalani operasi hernia inguinalis selama dua hari di RSUD Berkah Pandeglang.
“Dioperasi di bagian selangkangan karena tidak bisa buang air kecil sama BAB. Keluhan sakitnya tuh di atas perut, perut paling bawah dari atas paha. Waktu itu dua hari di operasi,” tuturnya.
Ia mengaku, meskipun hanya terdaftar sebagai peserta JKN kelas 3 namun ia tidak mendapatkan pelayanan berbeda dari kelas lainnya.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit sangat baik dan memuaskan. Terkait pelayanan administrasi ia mengaku tidak mendapatkan kesulitan apapun asalkan memenuhi persyaratan yang diminta oleh pihak rumah sakit.
“Waktu itu yang ngurusin anak, katanya mudah gak sulit. Tinggal siapin berkas data diri aja. Nanti dibantu oleh pihak rumah sakit,” katanya.
Awalnya, Sarmad mengaku khawatir saat hendak menjalani operasi. Bukan karena tidak siap secara mental namun ia khawatir operasi yang dilakukannya akan menelan biaya yang besar.
Ia khawatir, ditengah himpitan kesulitan ekonomi keluarga, operasi yang ia lakukan dapat menambah kesulitan keluarganya.
“Dulu saat disuruh operasi sempat mikir, bisa gak kalo jangan operasi. Karena takut bayar mahal. Karena kan kita orang kampung yang sulit keuangannya. Tapi setelah diberitahu kalo semua ditanggung sama BPJS kesehatan, maka kami sangat lega,” tuturnya.
Ia sangat bersyukur seluruh biaya operasi yang ia jalani dicover sepenuhnya oleh JKN. Bahkan hingga proses penyembuhan, brobat jalan yang ia lakukan juga tidak dipungut biaya sepeserpun.
“Alhamdulillah tidak hanya saat operasi saja, bahkan saat berobat jalan pun itu gratis. Obat gratis, kalo ongkos ya sendiri,” ujarnya.
Dengan banyaknya manfaat JKN yang telah ia rasakan, ia berharap program JKN dapat terus dipertahankan agar dapat terus memberikan pelayanan yang paripurna kepada masyarakat khususnya di daerah pedesaan seperti ditempat tinggalnya.
“Semoga terus berjalan. Kalo gak ada BPJS Kesehatan orang-orang dipedesaan yang tidak mampu kasian. Mereka mau berobat takut mahal. Semoga terus ada BPJS Kesehatannya,” harapnya.
Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Pandeglang yang belum terdaftar sebagai peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri sebagai solusi jaminan kesehatan.
“Karena kita kan gak tau kapan sakit, saya aja ini baru itu di operasi. Biasanya sehat-sehat saja, untung ada kartu BPJS, operasi saya bisa gratis,” pungkasnya. (ADV)



