PANDEGLANG, – Sayunah (38), warga Kampung Kadu Layung, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang merupakan satu dari jutaan masyarakat Indonesia yang telah merasakan manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digulirkan oleh BPJS Kesehatan.
Perempuan kelahiran tahun 1987 silam itu telah tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas tiga dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai oleh pemerintah sejak delapan tahun lalu.
Saat ditemui di kediamannya Sayunah menceritakan kisah pilu yang dialaminya dengan sang buah hati untuk bertahan hidup dengan bantuan JKN.
Pada tahun 2023 lalu tepatnya di bulan Mei, saat mengandung anak ke tiga, Sayunah diberi tahu oleh bidan di puskesmas tempat tinggalnya jika anak ketiganya mengalami kelainan setelah dilakukan Ultrasonografi (USG).
Berdasarkan hasil USG, anak ketiga Sayunah mengalami kondisi bayi yang lahir tanpa batok kepala (tengkorak) atau tidak lengkap yang disebut dengan anencephaly.
“Saat di USG anak dalam kandungan katanya tidak aktif, selain itu bayi dalam kandungan mengalami kelainan tidak memiliki batok kepala sehingga disarankan untuk segera dilakukan operasi,” tuturnya.
Anencephaly merupakan kelainan bawaan yang serius di mana bagian otak dan tengkorak tidak berkembang dengan benar selama perkembangan janin. Kondisi ini termasuk dalam jenis cacat tabung saraf (neural tube defect/NTD).
“Awalnya saya berharap meskipun terlahir dengan kelainan namun semoga bisa bertahan hidup. Saya menjalani operasi selama 3 hari. Selain ada kelainan, janin menjalani operasi di usia kandungan 8 bulan,” tuturnya.
Ditengah keterbatasan ekonomi keluarga, awalnya Sayunah mengkhawatirkan beban biaya operasi yang ia jalani. Pasalnya ia baru pertama kali menjalani operasi Caesar sementara putra pertama dan keduanya terlahir normal.
“Suami saya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, awalnya saya khawatir karena pertama kali menjalani operasi Caesar biaya dari mana kalo ada biaya yang harus saya tanggung,” tuturnya.
Setelah mendapatkan saran untuk menjalani operasi dari bidan di Puskesmas tempat tinggalnya akhirnya Sayunah menjalani operasi Caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aulia Pandeglang.
“Alhamdulillah katanya di RSUD Aulia Menes Pandeglang juga bisa pakai BPJS Kesehatan, jadi tidak perlu ke RSUD Berkah Pandeglang. Setelah menjalani operasi katanya bayi saya hanya hidup kurang dari satu hari,” ungkapnya pilu.
Kendati demikian, ia mengaku telah mengikhlaskan putera ketiganya menjadi ‘bunga surga’. Ia juga tak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada BPJS Kesehatan karena berkat program JKN lah ia bisa menjalani operasi dengan lancar dan selamat meskipun buah hatinya tak lama berada di alam dunia.
“Semoga anak ketiga saya menjadi kembang surga, terimakasih yang sebesar-besarnya untuk BPJS Kesehatan, karena dengan bantuannya yang sudah mencover seluruh biaya operasi Caesar dan pengobatan saya semoga dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya.
Sayunah mengaku, meskipun hanya sebagai peserta JKN kelas tiga namun ia tidak mendapatkan perlakuan berbeda dengan kelas dua dan satu bahkan pasien umum sekalipun.
Menurutnya pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak rumah sakit amat sangat baik dan memuaskan. Selama 3 hari menjalani proses operasi ia mengaku selalu mendapatkan pelayanan yang baik baik dari para perawat hingga dokter yang menanganinya.
“Alhamdulillah pelayanannya sangat baik, meskipun saya cuma pake kartu BPJS kesehatan kelas tiga tapi pelayanan nya bagus, baik itu dari perawat maupn dokter yang menangani saya sangat ramah seperti keluarga sendiri,” ungkapnya.
Di akhir perbincangan ia berharap BPJS Kesehatan melalui program JKN semoga selalu dapat eksis dan membantu masyarakat miskin di desa-desa seperti dirinya.
“Ia terimakasih semoga yang iuran tiap bulan diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah,” tutupnya. (Adv)



