PANDEGLANG – Suhendra (32) warga Kampung Kadu Sogol, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang telah terdaftar selama 10 tahun sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran(PBI) kelas tiga yang dibiayai oleh pemerintah. Belakangan dirinya merasakan manfaat langsung program pemerintah tersebut, karena menurutnya semua mudah dan tanpa biaya.
Selama memiliki kartu JKN, pria yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini mengaku belum pernah menggunakan kartu JKN lantaran belum pernah memiliki penyakit yang berarti. Namun, dua tahun silam ia mengalami keluhan pada perutnya, awalnya ia menduga sakit perut yang ia alami hanya sakit perut biasa karena kesalaham mengkonsumsi makanan, namun setelah ia memeriksakan ke puskesmas terdekat ternyata ia didiagnosa berpotensi mengalami gejala usus buntu.
“Awalnya perut itu terasa sakit, terus panasnya beda perih banget. Saya pikir saat itu salah makan, makanya saat itu lansung pergi untuk berobat ke Puskesmas, soalnya takut ada gejala usus buntu. Perawat yang memeriksa disana juga menjelaskan ada gejalah mengara kesana,” ujar Suhendra mengawali kisahnya saat ditemui di kediamannya belum lama ini.
Setelah melakukan pengobatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Suhendra mengaku saat itu tidak mendapatkan perubahan yang signifikan. Sehingga orang tuanya menyarankan dirinya untuk periksa kembali dan mendapatkan rujukan untuk di periksa ke RSUD Berkah Pandeglang.
“Setelah berobat dari puskesmas kok merasa tidak ada perubahan signifikan, saran orang tua coba katanya periksa lagi nanti biar dirujuk ke rumah sakit, khawatir betul usus buntu. Makanya waktu itu langsung diperiksa ke RSUD Berkah Pandeglang karena dapat rujukan buat periksa lanjutan,” ujarnya.
Setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Berkah Pandeglang, ternyata apa yang di khawatirkan oleh Suhendra benar saja terjadi. Dirinya divonis mengalami usus buntu dan harus segera menjalani operasi agar kondisinya tidak lebih buruk.
Karena baru pertama kali menjalani operasi, ia mencoba mengkonsultasikan kepada pihak rumash sakit terkait prosedur apa saja yang harus dilakukan jika menjalani operasi menggunakan Program JKN tarmasuk menanyakan administarasi biaya.
“Saat itu dijelaskan oleh petugas yang jaga bagian administrasi BPJS Kesehatan di rumah sakit untuk melengkapi berkas, dan menjelaskan ke saya kalau biaya operasi nanti akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jadi ya jujur jadi makin tenang saat menjalani pelayanan seperti kemarin karena kita bisa fokus pemulihan,” tuturnya.
Suhendra menceritakan, ia mendapatkan perawatan lanjutan usai menjalani operasi selama satu minggu di RSUD Berkah Pandeglang. Ia mengaku tidak bisa membayangkan berapa kocek yang harus ia keluarkan jika tidak dibantu oleh Program JKN. Karena baginya satu minggu bukanlah waktu yang sebentar saat menjalani pemulihannya di rumah sakit.
“Sempat nanya kalo pakai umum itu katanya bisa sampai puluhan juta, apalagi saya dirawat sampai satu minggu. Mana mungkin saya bisa bayar operasi itu apalgi kerja sehari-hari hanya buruh serabutan. Alhamdulilah untungnya ada BPJS Kesehatan yang terbukti menjamin semuanya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, tidak mendapatkan kesulitan saat menjalani operasi maupun perawatan saat pemulihan. Ia menegaskan seluruh pengobatan gratis karena telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Selain itu, ia juga mengaku, meskipun hanya terdaftar sebagai kelas tiga, namun dirinya tidak mendapatkan pelayanan yang berbeda dari pihak rumah sakit.
“Alhamdulillah semua pelayanannya baik, untuk kelengkapan administrasi juga mudah dan seluruh biaya operasi dan pengobatan semuanya gratis tanpa biaya sepeserpun saya keluarin. Katanya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” katanya.
Di akhir pembicaraan dirinya berharap BPJS Kesehatan terus dapat eksis memberikan bantuan jaminan kesehatan untuk masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu yang ada di pedesaan seperti dirinya.
Ia juga mengucapkan terimakasi kepada masyarakat atau peserta dari segmen lain yang rutin membayarkan iuran JKN. Karena ia menyadari jikan bantuan JKN yang diterima oleh dirinya merupakan subsidi silang dari peserta yang rutin membayarakan iuran.
“Ia terimaksih juga buat masyarakat yang sudah rutin membayarkan iuran BPJS Kesehatan, semoga selalu diberikan kesehatan karena secara sadar mereka sudah membantu sesama,” pungkasnya. (ADV)



