SERANG – Perwakilan Keluarga Besar Mahasiswa Papua di Banten, Frans Yohannes Miokbun, mengaku, pihaknya akan tetap menolak rencana Referendum Papua yang hingga saat ini masih digaungkan oleh kelompok-kelompok tertentu.
Sebagai mahasiswa asal Papua, Frans mengajak seluruh elmen pelajar dan mahasiswa Papua di seluruh wilayah Indonesia untuk tetap solid tidak terhasut ajakan referendum papua.
Kata Frans, Papua merupakan bagian dari negara Indonesia yang tidak bisa diganggu gugat.
“Saya mewakili suara mahasiswa di wilayah Banten kami tetap menolak Referendum, kami menerima Otsus (Otonomi Khusus,red),” tegas Frans kepada awak media saat ditemui di Kota Serang, Senin (16/11/2020) kemarin.
Alasan menolak referendum, dikatakan Frans, Papua secara konstitusional adalah bagian sah dari NKRI, terlebih NKRI mempunyai rekam jejak kelam ketika perisriwa Timor-Timor.
“Jika kami menerima referendum dampaknya itu akan seperti Timor Leste, makanya kami lebih baik menerima Otsus dibandingkan referendum kan,” katanya.
Disinggun soal pembakaran hutan di Papua yang dilakukan oleh salah satu perusahaan asal Korea yang diungkap melalui investigasi Greenpeace dan Forensic Architecture, Frans menegaskan, pihaknya mendukung agar pemerintah segera menetapkan aktor intelektual pembakaran lahan untuk kepentingan kelapa sawit tersebut segera diadili.
“Yang menjadi profokator tolong dibasmi agar kedepanya Indonesia lebih makmur,” terangnya.
Terkahir, Frans pun mendukung segala upaya Pemerintah Pepublik Indonesia untuk melakukan berbagai pembangunan di Wilayah Papua demi kesejahteraan rakyat Papua.
“Saya tetap mendukung segala pembanguan di Wilayah Papua,” tandasnya, (jen/red)
Mahasiswa Papua Tolak Referendum



