SERANG, – Masih adanya sekolah yang terkena banjir di Kota Serang menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Bahkan, banjir yang terjadi seperti di SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 di Jalan Bio Banten, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu sudah mengalami kebanjiran hingga puluhan tahun lamanya. Atas dasar hal itu, banyak pihak yang meminta agar permasalahan tersebut segera ditangani oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Pujiyanto menilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang lalai, karena SD tersebut sudah berpuluh tahun lamanya terkena banjir.
“Ini permasalahan yang sudah terjadi bertahun-tahun. Dan kami menyadari bahwa ini lemah nya fungsi pengawasan dari kami DPRD, dan lemahnya juga dari Dindik Kota Serang yang setiap ada hujan selalu banjir. Tetapi tidak ada pernah tindakan dari pemerintah daerah,” ujarnya, Kamis (13/2/2020).
Pujiyanto mengatakan, permasalahan tersebut akan menjadi bahan usulan oleh pihaknya untuk bisa segera diperbaiki dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Kalo memang tidak ada di RPJMD berarti ini bukti lemahnya dari Dindik, pada konteks dalam mengawasi sarana dan prasarana pendidikan Kota Serang. Tapi kalo sudah masuk di RPJMD berarti ini sudah masuk didalam program dan ini tinggal di eksekusi,” katanya.
Pujiyanto menilai bahwa Dinas Pendidikan Kota Serang tidak bisa membedakan program skala prioritas. Bahkan, lanjut Pujiyanto, Dindik Kota Serang hanya fokus pada program-program skala besar.
“Harusnya mereka memahami dulu mana yang lebih dulu kebutuhan mendasar seperti sarana dan prasarana, anggarannya pun sudah diatur dalam undang-undang sebesar minimal 20 persen. Kalo sekarang Dindik Kota Serang sudah mencapai 30 persen dari APBD. Seharusnya persoalan itu sudah terjawab, kalo persoalan ini muncul lagi berarti dindik lalai dalam bekerja,” tuturnya.
Pihaknya akan melakukan rapat evaluasi terkait adanya permasalahan SD di Kota Serang yang masih terkena banjir dan sudah terjadi berpuluh tahun lamanya.
“Kebetulan besok ada rapat evaluasi nanti, kami akan lihat apakah sudah masuk di anggaran murni 2020. Kalo pun tidak masuk, nanti akan kami prioritaskan untuk menjadi program sekolah prioritas di perubahan,” tukasnya. (Nm/red)



