PANDEGLANG, – Juhdi (39) warga Kampung Kadu Layung, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang merupakan satu dari jutaan masyarakat Indonesia yang telah merasakan manfaat dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digulirkan oleh BPJS Kesehatan.
Juhdi mengatakan, dirinya sudah terdaftar selama kurang lebih 11 tahun sebagai peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) kelas tiga yang dibiayai oleh pemerintah. Selama 11 tahun lamanya, Juhdi mengaku belum pernah menggunakan kartu JKN, sampai tiba saatnya ia harus melakukan operasi kelenjar ditangannya pada tanggal 3 Januari 2025.
“Penyakit itu datang kapan tidak ada yang tahu, meskipun saya sudah 11 tahun punya Kartu BPJS Kesehatan, tidak pernah di pakai, sekalinya dipakai untuk operasi, Alhamdulillah untung ada kartu BPJS Kesehatan,” tuturnya kepada media saat ditemui dikediamannya belum lama ini.
Ia menceritakan, awalnya Juhdi mengalami benjolan kecil tanpa sebab di punggung tangannya. Ia pun tidak menghiraukannya, namun setelah benjolan semakin membesar ia merasakan sakit hingga pada tangan dan panas di seluruh badan.
Kemudian, ia memeriksakan keluhannya itu ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau puskesmas yang berada di tempat tinggalnya dan diberikan beberapa obat. Saat itu, Juhdi diberitahu jika dalam beberapa waktu tidak ada perubahan ia disarankan untuk memeriksakan keluhannya itu ke RSUD Berkah Pandeglang.
Setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Berkah Pandeglang, ternyata benjolan di tangannya itu adalah kelenjar dan harus dilakukan operasi untuk mengangkat benjolan yang disebabkan oleh kista ganglion, lipoma, atau tumor.
“Karena jika tidak dilakukan operasi katanya bisa terus membesar dan semakin terasa nyeri, badan juga panas, akhirnya di operasi selama 3 hari dua malam,” tuturnya.
Sebelum melakukan operasi Juhdi mengaku, ia sempat menanyakan perihal biaya operasi yang akan dijalaninya. Karena sebagai buruh tani, Juhdi mengaku tidak memiliki biaya jika harus membayar biaya operasi yang pasti tidak sedikit.
“Sebelumnya kita nanya-nanya dulu, karena ini baru pertama kali saya pake Kartu BPJS nya. Belasan tahun karena Alhamdulillah dikasih sehat sama Allah, dan awal tahun ini di pakai untuk operasi. Kita khawatir ada biaya lagi, apalagi biayanya gede, kita uang dari mana,” ungkapnya.
Namun, setela mendengar pengalaman tetangganya yang pernah menjalani operasi menggunakan JKN semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan, ia pun merasa lega dan sangat berterimakasih kepada pihak BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, terimakasih BPJS Kesehatan, kalo gak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya gak bisa operasi kelenjar yang ada di tangan saya. Karena kita di kampung pasti berpikir biaya operasi itu mahal, tapi Alhamdulillah dengan kartu JKN ini semua biaya operasi dan berobat jalan Alhamdulillah semua gratis,” ucapnya.
Dengan pengalaman yang ia rasakan, ia mengaku bahwa sangat pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN sebagai jaminan kesehatan.
“Karena kita kan tidak akan tahu kapan penyakit akan datang menyerang kita. Mungkin kalo sakitnya ringan masih bisa diatasi oleh obat apotik, tapi kalo harus operasi kan ini yang berabe, maka harus jadi peserta JKN, biar gratis,” katanya.
Di akhir perbincangan, selain tak henti mengucapkan terimakasih untuk BPJS Kesehatan ia juga berharap keberadaan BPJS Kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat khususnya yang ada di daerah pedesaan.
Ia juga berharap, BPJS Kesehatan dapat terus eksis memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat karena ia menilai JKN merupakan salah satu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Semoga programnya jalan terus, terus bisa ngasih pelayanan kesehatan yang gratis kepada masyarakat. Khususnya masyarakat yang ada di pedesaan,” harapnya. (ADV)



