PANDEGLANG, – Masnawati (55) kini bisa kembali menjalani aktifitas sehari-hari dengan normal usai menjalani operasi payudara menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sejak digulirkan pada tahun 2014 tersebut.
Wanita asal Kampung Kubang RT 05 RW 07, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang itu menceritakan, sebelum mengetahui jika payudaranya terjangkit kanker, Masnawati mengaku awalnya terdapat sebuah benjolan kecil yang melekat erat pada payudaranya. Setelah diperiksakan ke dokter, ternyata satu benjolan di tubuhnya itu merupakan sel kanker yang bisa bertumbuh dan menyerang jaringan pada payudara.
Untuk diketahui, Kanker payudara terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi pada sel-sel payudara yang berubah menjadi sel abnormal dan tidak terkendali. Perubahan ini disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, seperti gaya hidup tak sehat, paparan radiasi, kelebihan berat badan, masalah hormonal, menopause terlambat, menstruasi pertama berusia di bawah 12 tahun, hingga faktor genetik.
Sebelum menjalani operasi, wanita yang biasa disapa Masna ini mengaku sempat menjalani pengobatan rutin dengan harapan kanker yang bersarang di payudaranya itu bisa hilang tanpa menjalani operasi. Namun karena setelah menjalani pengobatan tak kunjung membuahkan hasil, maka Masna memberanikan diri untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aulia Labuan pada tahun 2023 lalu.
Awalnya Masna mengaku khawatir dengan biaya operasi yang akan ia tanggung cukup besar. Namun setelah mendengarkan penjelasan dari pihak rumah sakit jika seluruh biaya operasi ditanggung oleh BPJS Kesehatan maka ia mengaku lega dan bisa tenang menghadapi operasi pertamanya itu.
“BPJS saya mandiri kelas 3, sudah satu tahun setengah sebelum di operasi saya sudah punya. Dulu buat jaga-jaga aja, awalnya operasi juga sempat khawatir dengan biayanya karena kita kan orang gak punya kalo operasi kan pasti besar biayanya. Setelah dijelaskan pihak rumah sakit semuanya gratis Alhamdulillah jadi tenang,” tutur Masna saat ditemui di kediamannya belum lama ini.
Wanita paruh baya kelahiran 1969 ini mengaku sangat bersyukur menjadi peserta JKN, meskipun hanya terdaftar sebagai peserta kelas tiga namun ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Pasalnya semua biaya pelayanan semua sudah dijamin oleh Program JKN.
“Untuk biaya operasi semuanya gratis, hanya waktu itu pernah stok obatnya di rumah sakit gak ada di situ makanya saya jadinya beli di luar, tapi tidak apa-apa yang penting saya bisa sembuh,” tuturnya.
Masna mengaku, ia sering menggunakan kartu JKN untuk pengobatan biasa maupun kontrol usai menjalani operasi payudara. Dirinya mengaku tidak keberatan membayar iuran tiap bulan karena manfaat yang ia terima jauh lebih banyak dari apa yang ia bayarkan.
“Alhamdulilah kalo tidak ada kartu BPJS Kesehatan kita juga bingung apa yang mau di jual buat berobat. Tapi dengan adanya JKN operasi dan berobat bisa gratis, walaupun harus bayar tiap bulan insyaallah ada rezekinya,” tutur Masnah.
Dengan manfaat JKN yang sudah ia rasakan, ia mengajak kepada seluruh masyarakat yang belum menjadi peserta JKN untuk segera mendaftar. Karena bagi Masnah, penyakit datang tidak bisa diprediksi sehingga harus memiliki jaminan kesehatan untuk menghadapinya.
“Saya sudah rasakan manfaatnya, yang belum terdaftar saya mengajak untuk segera mendaftar. Karena kalo sakit kan gak ada yang tau kapan datangnya,” ujarnya.
Di akhir pembicaraan ia berharap, BPJS Kesehatan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit. Selain itu ia juga berharap BPJS Kesehatan dapat terus eksis memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat.
“Semoga terus ada jangan di bubarkan, karena BPJS masih di butuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (ADV)



