SERANG, – Stunting pada balita menjadi sorotan serius, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menanggapi tantangan ini dengan meluncurkan program inovatif bernama Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting Banten, atau lebih dikenal sebagai Poster Cetting Banten.
Dalam upaya menangani stunting, terdapat beberapa langkah penting. Pertama, terapi awal melibatkan pemberian makanan bernutrisi dan bergizi. Langkah ini menjadi fondasi dalam memperbaiki status gizi anak yang terkena stunting. Kedua, memberikan suplemen tambahan seperti vitamin A, Zinc, zat besi, kalsium, dan yodium, menjadi bagian integral dari penanganan stunting.
Namun, penanganan stunting tidak hanya sebatas pada tingkat individu. Dinkes Provinsi Banten mengedepankan pendekatan terpadu dengan melibatkan keluarga. Edukasi tentang pola hidup bersih dan menjaga sanitasi lingkungan menjadi elemen krusial dalam memberantas stunting.
Perlu dicatat bahwa stunting bukan hanya masalah kesehatan masyarakat semata, tetapi juga menjadi fokus pemerintah. Dinkes Provinsi Banten dengan tegas menunjukkan komitmennya dalam menanggulangi stunting dengan meluncurkan Poster Cetting Banten.
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai upaya dari berbagai pihak dalam satu wadah. Poster Cetting Banten mengusung sepuluh langkah, termasuk analisis masalah dengan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats). Langkah ini strategis untuk merumuskan solusi yang efektif.
Pelatihan Program Terintegrasi Belanja Cetting pada Poster Cetting menjadi bukti konkret dari komitmen Dinkes Provinsi Banten. Implementasi dan role model pilot project di Puskesmas Kunciran Kota Tangerang dan Puskesmas Kasemen Kota Serang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan penanganan stunting yang terintegrasi dan efisien.
Dengan langkah-langkah tersebut, Dinkes Provinsi Banten membuktikan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan upaya kolektif untuk menciptakan generasi yang sehat dan tangguh di masa depan. (ADV)



