SERANG, – Pada hari ini, Kamis tanggal 15 Desember 2022, belasan relawan Santri Dukung Ganjar Koordinator Wilayah Provinsi Banten kembali menggelar kegiatan bertajuk Kunjungan Tokoh di dua Kabupaten-Kota secara serentak.
Program yang telah dicanangkan lebih dari enam bulan lalu itu terus dilaksanakan dalam rangka mengenalkan dan meningkatkan popularitas sosok Ganjar Pranowo di tengah-tengah masyarakat Banten.
Sebagaimana disampaikan Ustaz Iwan selaku pemandu kegiatan hari ini, pihaknya memang secara sadar dan sungguh-sungguh memperjuangkan Gubernur Jawa Tengah itu agar dapat menduduki tampuk kekuasaan di tahun 2024.
Ia menilai, Ganjar Pranowo merupakan salah satu putra bangsa pilihan sekaligus menjadi kandidat potensial untuk menahodai Indonesia di masa yang akan datang. Hal itu didukung dengan berbagi prestasi yang telah ditorehkan selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah.
“Lewat program-program yang kita susun, kita mau terus meningkatkan kepopuleran pak Ganjar di Banten. Kita ingin, pak Ganjar ini yang memimpin Indonesia di tahun 2024. Karena, sudah kita saksikan langsung kinerjanya di Jawa Tengah.” Ujar Ustaz Iwan.
Selain itu, melalui program tersebut, ia juga bermaksud meminta dukungan moril kepada para tokoh masyarakat yang mereka kunjungi. Ia bahkan menyampaikan bahwa kehadiran para santri maupun alumni pondok pesantren sudah saatnya terlibat langsung dalam berbagai isu seperti, sosial, budaya hingga politik. Kondisi itulah yang menjadi salah satu alasan kehadiranya di kediaman para tokoh mendapat sambutan hangat.
“Alhamdulillah, begitu kita tiba, kita disambut dengan hangat. Kita sempat diskusi banyak topik juga. Intinya, ya kita bilang bahwa kita mau santri jangan dilihat sebelah mata. Kita pengen, keterlibatan santri ada di berbagai aspek kehidupan. Dan, para tokoh mengamini itu.” Jelasnya.
Pada prinsipnya, Santri Dukung Ganjar Banten menginginkan kebijakan yang dibuat dan dirumuskan oleh para pemimpin di tanah air itu dibuat dapat memberikan nilai-nilai yang baik untuk kalangan santri, ustaz muda dan pondok pesantren. (Red)



