SERANG, – Dewan Pimpinan Daerh (DPD) Partai Demokrat Banten mengungkapkan beberpa fakta terkiat informasi yang beredar atas dugaan penggerebekan UM salah seorang Kader Demokrat yang juga saat ini menjabat ketua Plt DPRD Kabupaten Lebak.
Pasalnya, UM di gerebek warga sekitar atas dugaan melakukan mesum dengan saudari B di perumahan royal garden, Lebak, pada jumat (2/10/2020) dini hari.
Tak berselang lama, Informasi liar itu beredar di media sosial bahkan menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.
Berikut fakta-fakta yang disampaikan pengarah tim investigasi M. Nawa Said Dimyati.
“Bahwa benar saudara UM bertamu ke rumah B di Royal Garden, sekitar pukul 19.30 WIB pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2020, UM bernagkat dari kantor, Didalam rumah B tidak sendiri melainkan dua orang berjenis kelamin perempuan, Berdasarkan keterangan UM, ia bertamu ke rumah tersebut baru pertama kali dan karena di telp oleh saudari B. Pada saat di Ditelpon, saudara UM lagi bersama temennya bernama Junaidi,” ujar Nawa saat menggelar konferensi pers di sekertariat DPD Demokrat Banten pada Kamis (8/10/2020) kemarin.
Selain itu, kata Nawa, Berdasarkan keterangan para tatangga dan RT setempat, pada malam itu Tidak ada penggerebekan yang dilakukan oleh warga sekitar rumah saudari B di Royal Garden.
Kata dia, Pada saat itu UM menumpang ke kamar mandi dengan tujuan buang air kecil dan diarahkan saudara B ke kamar mandi gang ada di dalam kamarnya. Tidak sampai 2 menit tiba-tiba pintu kamar mandi di gedor dengan keras, dan ketika UM kejut saudara AB mencoba memukul UM, lalu di tangkis sambil kebingungan kenapa dia di gedor dan di pukul, lalu kemudian saudara AB meraih lehernya UM yang mengakibatkan copotnya dua kancing
Selanjutnya, Ujar dia, Setelah Terjadi keributan, saudara AB meminta agar UM menikahi B, namun saudara UM menolak karena tidak merasa melakukan kesalahan, lalu UM meninggalkan tempat. Namun setelah pergi UM kembali kerumah B, karena HPnya ketinggalan dan setelah mengambil HP kemudian UM pergi lagi.
“Pada saat ada Keributan warga menghampiri ke rumah saudara B (seperti yang terlihat di Vidoe yang beredar), Saudara UM di ancam akan di datangi ke gedung DPRD Bersama warga, serta dilaporkan ke BKD dan publik apabila tidak mau menikahi B, akhirnya UM datang dan bersedia menikahi B pada hari Minggu tanggal 4 Oktober 2020 sekitar pukul 02.00 WIB (Dinihari) karena tidak mau Lembaga DPRD dan Parpol dimana UM bernaung tercoreng,” ungkap Nawa.
“Salah satu keluarga mantan suami B, menyenarkan vidio dan beredar secara liar di media sosial,” paparnya.
Tim investasi memberikan rekomendasi sepada DPD Partai Demokrat Banten agar saudara UM membuat laporan kepada Pihak berwajib atau Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengembalikan nama baiknya keluarga, lembaga DPRD dan Partai Politik yang dinaunginya, (jen/red)
Ramai Kadernya di “Grebek”, Demokrat Ungkap Fakta-Fakta Baru



