PANDEGLANG, – Kisah pilu dialami Zara Durotun Nazfia (13), gadis asal Kampung Pejamben, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, yang sempat dilaporkan hilang saat malam Tahun Baru 2025. Setelah berhasil ditemukan, fakta kehidupan Zara justru mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk Ketua Fraksi PKS DPRD Pandeglang, Dede Sumantri.
Saat meninjau langsung tempat tinggal Zara, Dede mengaku terenyuh melihat kondisi rumah yang dihuni Zara bersama kakaknya, Adit, dan tiga adiknya. Rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni, jauh dari kata aman dan nyaman untuk tumbuh kembang anak.
“Melihat langsung kondisi rumah mereka, hati siapa pun pasti tergerak. Cerita yang disampaikan Adit benar-benar menyentuh,” ujar Dede Sumantri, Senin (6/1/2026).
Hidup dalam Keterbatasan, Zara Harus Putus Sekolah
Sejak kedua orang tuanya bercerai, Zara ikut membantu mengurus adik-adiknya. Ayah mereka diketahui merantau ke Merauke, Papua, sementara sang ibu telah menikah kembali dan menetap di Kecamatan Sobang, Pandeglang.
Dalam kondisi serba terbatas, Zara terpaksa putus sekolah, meski di dalam hatinya tersimpan keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan, bahkan bercita-cita masuk pesantren.
Kakak Jual Rujak Demi Bertahan Hidup
Adit, kakak Zara, selama ini menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan rujak. Namun usaha kecil itu terhenti karena kehabisan modal.
Melihat kondisi tersebut, Dede Sumantri memberikan bantuan modal usaha agar Adit bisa kembali berjualan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
“Saya bantu modal agar Adit bisa kembali berjualan. Ini langkah kecil, tapi semoga bisa membantu mereka bertahan,” kata Dede, yang kini menjabat anggota DPRD Pandeglang periode ketiga.
Rumah Tak Layak Huni dan Masalah Status Tanah
Tak hanya soal ekonomi, persoalan besar lain yang dihadapi keluarga Zara adalah kondisi rumah dan status lahan yang masih milik orang lain. Meski demikian, Dede memastikan pihaknya tidak tinggal diam.
“Kami sedang berdiskusi mencari donatur, baik dari pemerintah maupun swasta. Soal tanah memang jadi kendala, tapi akan kami coba fasilitasi agar ada solusi,” ujarnya.
Diperjuangkan Kembali Sekolah Lewat Program Presiden
Terkait masa depan pendidikan Zara, Dede mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang agar Zara bisa kembali bersekolah melalui Program Sekolah Rakyat, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
“Insyaallah pemerintah daerah hadir untuk menyelamatkan anak-anak putus sekolah seperti Zara. Administrasinya akan dicek, dan secara pribadi saya akan memperjuangkan nasibnya,” tegas Dede.
Sempat Hilang, Kini Harapan Kembali Menyala
Sebelumnya, Zara dilaporkan hilang sejak malam Tahun Baru, 31 Desember 2025. Berkat kerja cepat aparat kepolisian dan dukungan masyarakat, Zara berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari 3 x 24 jam.
Kini, setelah kembali ke keluarganya, harapan baru mulai tumbuh. Kisah Zara menjadi potret nyata perjuangan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan kehadiran negara dan kepedulian bersama.



