KOTA TANGERANG – Sampah rumah tangga tak selalu berakhir menjadi limbah. Di Kampung ProKlim Mawar, RW 013 Komplek Pengayoman, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bernilai jual dikumpulkan untuk menambah kas kelompok.
Tak hanya mengelola sampah, warga juga mengembangkan kebun sayur seluas sekitar 300 meter persegi yang kini telah aktif dipanen. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas produktif masyarakat.
Upaya ini mendapat dukungan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pengelolaan pangan dan sampah berbasis masyarakat.
Program tersebut bertujuan mendorong pemanfaatan potensi lingkungan secara optimal sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Kampung ProKlim Mawar ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tangerang Nomor 1118 Tahun 2025. Kawasan ini mencakup lima RT dengan 294 kepala keluarga atau sebanyak 949 jiwa.
Inisiatif pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut turut digerakkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar A yang melibatkan para pensiunan warga setempat.
Untuk mendukung aktivitas warga, PLN UID Banten menyediakan sejumlah sarana, mulai dari sistem pengairan berupa menara penampung, toren, dan pompa, hingga empat unit instalasi hidroponik dengan total 320 lubang tanam.
Dukungan lainnya meliputi sarana budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), mesin pencacah sampah, komposter elektrik, serta gudang sampah kering.
Selain menyediakan fasilitas, PLN juga memberikan pendampingan yang mencakup survei, pemasangan sarana, pelatihan, hingga pemantauan. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas sekaligus menjaga keberlanjutan program.
Salah satu warga Kampung ProKlim Mawar, Wati, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan sampah dan potensi lingkungan secara lebih produktif.
“Sekarang sampah bisa kami manfaatkan, jadi lebih berguna untuk lingkungan dan juga lebih produktif,” ungkap Wati.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Banten, Andi Pratama, menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam mengelola dan menjaga keberlanjutan kegiatan.
“Melalui program ini, kami ingin masyarakat tidak hanya mendapat fasilitas, tetapi juga bisa mengelolanya bersama. Harapannya, sampah yang selama ini dianggap tidak berguna bisa dimanfaatkan dan memberi nilai tambah bagi warga,” tutur Andi.
Sementara itu, General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy, menegaskan bahwa program TJSL tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Bagi PLN, sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga sumber daya yang dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan tepat. Melalui program TJSL, kami mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lingkungannya, membangun kegiatan yang produktif, dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen PLN untuk mendukung ekonomi sirkular dan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkap Tonny.
Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat
Penerapan ekonomi sirkular di Kampung ProKlim Mawar terlihat dari upaya warga menghubungkan pengelolaan sampah dengan kegiatan produktif sehari-hari.
Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dipilah dan dijual untuk menambah pemasukan kas kelompok.
Pola tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah yang berakhir sebagai limbah, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
Pengembangan Kampung ProKlim Mawar juga didukung kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang dan perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, kerja sama dengan Kampung ProKlim RW 06 Pinang melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) membuka peluang pertukaran pengalaman dan praktik pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Inisiatif tersebut turut sejalan dengan semangat Hari Ozon Sedunia yang mengingatkan pentingnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui program TJSL ini, PLN UID Banten berharap masyarakat dapat semakin mandiri dalam mengelola sampah dan mengembangkan potensi pangan di lingkungan sekitar.
Dukungan sarana, pendampingan, serta kolaborasi lintas pihak diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, mendorong ekonomi sirkular, dan menciptakan lingkungan yang produktif serta berkelanjutan.



