SERANG, – Pemerintah Provinsi Banten bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Banten menggelar High Level Meeting (HLM) di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (11/2/2026).
Rapat strategis ini fokus pada pengamanan pasokan dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
HLM dipimpin langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan dihadiri Kepala Perwakilan BI Banten Ameriza M. Moesa, perwakilan bupati/wali kota se-Banten, Forkopimda, instansi vertikal, serta narasumber dari Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polda Banten, dan Polda Metro Jaya.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya langkah konkret dan terukur agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga menjelang Ramadan.
“Menjelang Ramadan dan Idulfitri, kita harus memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil. Jangan sampai ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” tegas Andra Soni dalam arahannya.
Ia meminta seluruh kabupaten/kota mengintensifkan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebelum HBKN, serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan stok tersedia dan harga terkendali.
“Laksanakan operasi pasar secara masif dan lakukan sidak untuk memastikan tidak ada penimbunan. Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran harga melambung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Ameriza M. Moesa menyampaikan bahwa inflasi Banten saat ini masih berada dalam rentang target nasional 2,5±1 persen. Namun, tekanan musiman menjelang HBKN tetap harus diantisipasi.
“Secara umum inflasi Banten masih terkendali dan berada dalam target nasional. Namun, periode Ramadan dan Idulfitri merupakan fase krusial, terutama pada komoditas seperti cabai, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras,” jelas Ameriza.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menjaga ekspektasi masyarakat dan memastikan distribusi berjalan lancar.
Sebagai hasil HLM TPID se-Banten, disepakati tiga langkah strategis, yakni menjamin kecukupan stok dan cadangan pangan daerah untuk komoditas strategis, mengoptimalkan Fasilitas Distribusi Pangan dari Badan Pangan Nasional sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta memperkuat koordinasi TPID, Satgas Pangan, dan Forkopimda guna merespons cepat potensi gejolak harga.
Dengan sinergi kuat antara Pemprov Banten, Bank Indonesia, kementerian/lembaga, dan aparat penegak hukum, stabilitas harga pangan di Banten diharapkan tetap terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447H tahun 2026. (RED)


