PANDEGLANG, – Siti Apriliani Sari (20) mengaku sangat bersyukur bisa terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Pasalnya, ia dapat terbebas dari biaya operasi kista yang nominalnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Gadis asal Kampung Sabi Tangtu RT 02, RW 02, Kelurahan Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang ini mengatakan bahwa dirinya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah daerah sejak 5 tahun silam.
Ia mengaku, segala biaya pengobatan kistanya, mulai dari kontrol, pemeriksaan laboratorium hingga operasi semua ditanggung oleh JKN. Saat wawancari, Gadis yang akrab disapa Apriliani menceritakan pengalaman berkesannya menjalani pengobatan menggunakan kartu JKN.
Pada awal tahun lalu, Apriliani merasakan nyeri seperti saat haid. Namun semakin lama rasa sakit yang dideritanya semakin intens terjadi sehingga dia memeriksakan dirinya ke Puskesmas dekat rumahnya.
Setelah diberikan obat ternyata rasa sakitnya tak kunjung hilang. Sehingga beberapa waktu kemudian, Apriliani diberikan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang.
Awalnya, Apriliani mengaku sempat khawatir dengan penyakit yang ia derita, lantaran dirinya khawatir dengan biaya yang akan dikeluarkan. Namun berkat penjelasan petugas rumah sakit bahwa pengobatannya akan ditanggung sepenuhnya oleh JKN, akhirnya dia merasa lega dan bahagia.
“Saat itu ada ke khawatiran, memang ada yang bilang gejala kista, tapi saat itu saya berharap sakit perut yang yang saya rasakan hanya sakit perut biasa,” ujarnya.
Setelah mendengar penjelasan dokter, ternyata benar Apriliani divonis menderita penyakit kista yang mana harus dilakukan operasi pengangkatan kista agar tidak berkembang lebih besar.
“Saya jujur waktu itu sangat takut, apalagi dengan operasi. Biayanya pun katanya bisa sampe puluhan juta. Saya pun sedikit lebih tenang setelah dokter menyampaikan operasinya akan ditanggung oleh JKN,”tuturnya.
Berbekal kartu JKN dan surat pengantar rujukan dari RSUD Berkah Pandeglang Apriliani akhirnya menjalani operasi di RSUD Banten. Dirinya juga mengaku semua prosedur dan proses untuk mendapatkan pelayanan sangat mudah, tidak terlalu ribet meskipun dirinya hanya sebagai peserta kelas 3.
“Prosesnya cepat dan mudah. Hanya bawa kartu dan rujukan yang sudah diberikan saya tunjukan ke petugas di rumah sakit. Mendapatkan kamar untuk rawat inap, tindakan operasi hingga proses perawatan tidak mengeluarkan biaya,” kisahnya.
Dengan pengalamannya itu, kini Apriliani mengaku tak lagi khawatir terkait biaya pengobatan karena sudah di jamin BPJS Kesehatan sebagai pengelola program tersebut.
Ia menyadari bahwa biaya pelayanan Kesehatan makin tahun semakin mahal. Oleh karena itu dirinya sangat beruntung bisa terdaftar sebagai peserta JKN. Apriliani membayangkan apabila tidak menggunakan kartu JKN, tentu biaya yang dikeluarkan akan sangat besar dan terasa berat bagi dirinya dan keluarga.
Selama perawatan Apriliani menyampaikan, bahwa pelayanan yang diberikan di rumah sakit berjalan baik. Dia tidak merasakan adanya perbedaan antara menjadi pasien umum dan pasien JKN. Apriliani pun puas dengan penjelasan yang diberikan oleh dokter.
“Pelayanannya bagus, padahal saya sendiri hanya sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas 3. Tapi pelayanannya sama, tidak dibeda-bedakan,” ungkapnya.
Apriliani berharap BPJS Kesehatan dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan. Karena bagi Apriliani program BPJS Kesehatan ini merupakan program nyata dalam membantu meningkatkan tarap kesehatan masyarakat.
“Semoga BPJS Kesehatan selalu memberikan pelayanan terbaik, dan terus bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” tutupnya. (ADV)



