SERANG – Anggota DPRD Banten dari Fraksi NasDem Ria Mahdia Fitri menyarankan pemerintah Provinsi Banten untuk mengalihkan sistem PPDB online ke sistem manual karena dianggap bermasalah.
Menurut Ria, pemberlakuan sistem menual harua mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan transparan berkeadilan.
“Lebih baik balik ke manual, tapi hati-hati jangan sampai dimanfaatkan oleh beberapa oknum. Sehingga ada adegan nanti kursi ini mikik siapa, sudah menjadi (titipan),” ujar Ria di sekertariat DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu 23 Juni 2021.
Ria mengakui, dirinya selama PPDB Online kerap menerima pengaduan dari wali calon siswa atas ketidak stabilan situs PPDB online.
“Iya banyak yang dikeluhkan, saya hampir setiap hari nerima keluhan ada yang 12 jam daftar online di Tangerang Selatan (Tangsel),” terangnya.
Dewan dapil Tangsel ini menegaskan masyarakat sangat dirugikan atas kekacauan sistem PPDB yang dibuat Pemprov Banten.
“Saya meyakini, ini sangat menyakiti dan merugikan masyarakat,” katanya.
Ria tak menapikan persoalan kekacauan ini sering terjadi setiap tahun, para siswa mereka antusias mendaftar, sementara belum siap sistemnya.
“Jadi kita ini harus diperbaiki sistem. Mudah-mudahan kami bisa memperbaiki sistem, mengenai website satu bisa dipakai se Provinsi Banten,” ungkapnya.
Ria mengungkapkan, sistem PPDB online ini terkesan memarginalkan kelompok yang secara klas ekonomi menengah kebawah karen sulit mengakses sarana prasarana digital.
“Bayangkan, kalau dia orang kaya memiliki internet di rumah, punya akses wifi. Tapi kalau tidak punya harus bolak balik ke warnet berjam-jam hanya untuk daftar tapi tidak berhasil,” cetusnya. (Jen/red)



